BKPBT Tingkatkan Kapasitas Guru Bahasa Tionghoa

Sejumlah guru mengikuti diklat bahasa Tionghoa yang diselenggarakan di Kantor Paguyuban Bhakti Putera Jogja belum lama ini. - Ist./BKPBT DIY
20 Desember 2018 11:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Guna mendorong pendidikan bahasa Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia, Perkumpulan Pendidikan Bahasa Tionghoa Indonesia di Jakarta bekerja sama dengan Lembaga Pertukaran Internasional Tiongkok menggelar diklat. Sejumlah tim ahli pendidikan bahasa Tionghoa didatangkan dengan memberikan sejumlah materi.

Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) DIY Jimmy Sutanto mengungkapkan diklat ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru-guru muda dalam penguasaan bahasa Tionghoa. "Sebagai generasi penerus bangsa, para guru ini dibekali peningkatan pemahaman tentang bahasa Tionghoa melalui Diklat untuk membangun jembatan hubungan budaya Indonesia dan Tiongkok lebih baik lagi," ujar Jimmy dalam rilisnya Rabu (19/12).

Diklat ini terbagi menjadi tiga wilayah, antara lain Group 1 yang digelar di Solo pada 1-6 Desember 2018, dan di Jogja pada 8-13 Desember. Sedangkan Group 2 digelar di Bandung dan Group 3 di Pekanbaru.

Jimmy memaparkan diklat tersebut menggunakan metode Unian Achir bersertifikat. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat membantu guru-guru peserta menguasai pengetahuan dan teori pendidikan bahasa.

"Tujuannya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, meningkatkan level profesional guru-guru Bahasa Tionghoa," kata Jimmy.

Materi yang disampaikan selama diklat yakni berkaitan dengan pengetahuan dasar pendidikan bahasa Tionghoa. Selain itu, para guru juga dibekali dengan metode pengajaran bahasa Tionghoa serta penyampaian materi tentang budaya Tionghoa.

"Di Jogja, diklat dilaksanakan di Kantor Paguyuban Bhakti Putera Jogja dengan peserta 31 orang," imbuh Jimmy.