Desa Wisata Banjaroya Promosikan Durian Menoreh

Ratusan warga memadati UMKM lokal yang menyediakan olahan kuliner berbahan durian di ajang Gelar Potensi Wisata bertajuk Pasar yang Dirindukan di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Minggu (30/12 - 2018).Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
30 Desember 2018 22:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebagai upaya mempromosikan komoditas durian menoreh, pengelola Desa Wisata Banjaroya didukung pemerintah desa setempat dan Dinas Pariwisata DIY mengadakan Gelar Potensi Wisata bertajuk Pasar yang Dirindukan di kawasan Embung Mini, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Minggu (30/12/2018).

Berkonsep pasar rakyat, ratusan buah durian varietas Menoreh khas desa tersebut disajikan dalam acara ini. Belasan UMKM dari warga sekitar juga turut berpartisipasi. Para pelaku usaha ini menawarkan olahan kuliner dari buah durian, di antaranya keripik bunga durian dan dodol durian.

Acara semakin meriah dengan pementasan kesenian tradisional yaitu seni Kubro Siswo, Gandul Muslimin dan Gedrug Kreasi Anak Muda.

Ketua Desa Wisata Banjaroya, Rokhmadu Inuhayi, mengatakan penyelenggaraan acara Gelar Potensi Wisata bertajuk Pasar yang Dirindukan bertepatan dengan masa panen durian di desa tersebut yang berlangsung pada Desember 2018 hingga akhir Februari 2019. Acara ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan image Desa Wisata Banjaroya sebagai sentra pertanian durian dengan komoditas unggulan durian menoreh.

"Desa kami lebih dikenal dengan buah durian, sehingga dengan acara ini kami berusaha mempromosikan durian yang ada. Tak hanya buah, kami juga memperkenalkan olahan kuliner dari durian," kata Rokhmadu di sela-sela acara, Minggu.

Kegiatan ini, kata Rokhmadu, sebagai upaya mempersiapkan Desa Wisata Banjaroya sebagai salah satu objek wisata penunjang KSPN Borobudur saat New Yogyakarta International Airport (NYIA) beroperasi. Selain itu lokasi desa wisata yang dilalui jalur Bedah Menoreh juga menjadi alasannya.

"Adanya KSPN Borobudur, NYIA dan Bedah Menoreh mengharuskan kami untuk bersiap agar nantinya bisa menarik wisatawan yang datang ke Kulonprogo, khususnya bagi mereka yang mencari durian," kata Rokhmadu.

Ke depan pengelola Desa Wisata Banjaroya bakal menggelar acara serupa tetapi beronsep festival, dengan catatan hasil panen durian bagus dan melimpah serta mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat.

Kepala Desa Banjaroya, Anton Supriyono, mengatakan durian menjadi komoditas unggulan di desanya. Tercatat terdapat 3.000 pohon durian yang ditanam di lahan seluas 20 hektare di desa tersebut. Setiap warga juga memiliki pohon durian sendiri meski jumlahnya tidak banyak.

"Kondis tanah kami [Desa Banjaroya] cocok ditanami durian khususnya yang khas menoreh kuning. Belum tentu pohon asli menoreh kuning itu bisa ditanam di tempat lain. Oleh karena itu komoditas ini kami manfaatkan sebaik mungkin sebagai potensi wisata," katanya.