Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Minuman keras (miras). /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jajaran Polsek Girisubo menggelar operasi penyakit masyarakat di dekat pos retribusi masuk Pantai Wediombo, Desa Jepitu, Girisubo, Senin (31/12/2018) malam. Hasilnya puluhan botol minuman keras berhasil diamankan.
Kepala Polsek Girisubo AKP Mursidiyanto mengatakan, razia pekat jelang malam pergantian tahun dilakukan untuk menghindarkan hal-hal yang tak diingginkan. Sasaran rasia yang dituju di titik menuju pantai, salah satunya di pos TPR Pantai Wediombo.
Ia menjelaskan, di dalam razia petugas melakukan pemeriksaan kendaraan milik pengunjung. Di dalam operasi ini, sambung Mursidiyanto menyasar ke berbagai aspek mulai dari pemeriksaan senjata tajam, narkoba hingga miras.
“Kita cek kendaraan milik pengunjung, tapi kami tidak menemukan benda yang mencurigakan. Namun kami didalam operasi kami menemukan miras yang akan diminum dalam pesta pergantian tahun,” katanya kepada wartawan, Rabu (1/1/2018).
Dia mengungkapkan, miras yang disita berjumlah 22 botol yang terdiri dari arak, ciu, bir, anggur merah hingga miras bermerk.
“Sudah kita amankan serta dilakukan pendataan,” kata mantan Kapolsek Purwosari ini.
Upaya pengamanan malam pergantian tahun baru tidak hanya dilakukan jajaran Polsek Girisubo. Hal yang sama juga dilaksanakan Satlantas Polres Gunungkidul. Selain melakukan rekayasa arus lalu lintas di seputaran Kota Wonosari, petugas satlansat juga melakukan pengamanan jalan agar kondisi lalu lintas dapat berjalan dengan lancar.
Kepala Satlansas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko mengatakan, malam perayaan tahun baru berjalan meriah. Namun yang terpenting, kata dia, pelaksanaan berjalan dengan lancar aman dan tertib.
“Semua aman dan tidak ada masalah,” ungkap Mega.
Meski proses perayaan berjalan dengan aman, ia mengakui, pada saat pengamanan petugas sempat memberikan teguran kepada pengendara kendaraan bermotor yang tidak tertib aturan.
“Memang tidak ditilang, tapi kami tegur agar bisa tertib seperti aturan yang berlaku,” katanya.
Mega menambahkan, teguran yang diberikan kepada pelanggar hanya berlaku sekali. Oleh karenanya, ia meminta kepada pengendara untuk menaati segala peraturan yang ada.
“Ketertiban ini bagian dari keselamatan berkendara, jadi saya minta warga bisa mematuhi. Ya nanti kalau ada pelanggaran lagi, kami siap memberikan sanksi yang lebih tegas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.