Caleg Perempuan di Jogja Ini Menyumbang Dana Kampanye Rp167,7 Juta

Ilustrasi uang rupiah - Reuters
06 Januari 2019 07:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Penerimaan sumbangan dana kampanye partai-partai di Kota Jogja banyak berasal dari para caleg, tidak ada badan usaha yang diklaim menyumbang. Dana dari para caleg juga bervariasi, ada yang nol rupiah, puluhan ribu, hingga puluhan juta rupiah.

Berdasarkan data KPU Kota Jogja, tidak semua partai menulis nominal dana kampanyenya ke KPU. Beberapa parpol, seperti PKS, Garuda, PSI, Hanura, dan PKPI sama sekali tidak menulis penerimaan dana kampanyenya baik yang diterima dari partai maupun dari para calegnya.

Kondisi berbeda dengan kelima partai tersebut. Sejumlah partai tetap mencatat penerimaan dana kampanye baik yang diperoleh partai dari pusat maupun dari calegnya. Dana Kampanye paling rendah adalah PKB. Partai ini mencatat penerimaan dana kampanye untuk partai Rp0 dan dari para caleg Rp2,2 juta. Rata-rata caleg hanya menyumbang Rp50.000 hingga Rp1 juta untuk nominal terbesar. Tidak semua caleg yang mencatat sumbangannya.

Adapun Gerindra mencatat penerimaan dana partai sebesar Rp5 juta. Dana tersebut berupa pembuatan bendera. Adapun dana kampanye yang berasal dari 40 caleg total berjumlah Rp517 juta. Dari jumlah tersebut, sejumlah caleg merogoh dana hingga ratusan juta rupiah.

Tercatat sumbangan terbesar Rp167,7 juta berasal dari caleg Dhian Novitasari. Tertinggi kedua berasal dari Cristina Agustiani sebesar Rp55,4 juta. Jumlah sumbangan lainnya bervariasi mulai ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Menurut Ketua Partai Gerindra Jogja Anton Prabu Semendawai dana yang disumbangkan dan tercatat di KPU tersebut digunakan untuk kegiatan caleg sendiri dan partai. Partai ini total mencatat dan melaporkan dana kampanye sebesar Rp522,3 juta. "Kalau dana caleg yang masuk ke partai tidak ada, termasuk dari badan usaha juga tidak ada," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (4/1/2019).

Adapun partai PDIP mencatat total dana kampanya sebanyak Rp620,9 juta. Rinciannya, dana partai sebesar Rp16,8 juta berbentuk bendera dan kaos, sementara dari 55 caleg tercatat Rp449,1 juta. Sumbangan terbesar berasal dari GM. Deddy Jati Setiawan sebesar Rp84,7 juta, disusul Dwi Saryono Rp48,8 juta dan Agus Sugatra Rp43,8 juta. Jumlah lainnya bervariasi, terkecil hanya Rp78.000 dan lainnya antara ratusan hingga puluhan juta rupiah.

Ketua Bappilu DPC PDIP Jogja Antonius Foki Ardianto mengatakan seluruh dana kampanye tersebut digunakan oleh para caleg. Selama ini, pihaknya belum pernah menerima dana yang berasal dari luar partai seperti badan usaha dan lainnya. "Mungkin belum ada yang mau menyumbang. Kalau ada kami juga bersyukur dibantu selama sesuai dengan aturan dan undang-undang," katanya.

Partai besutan Surya Paloh, Nasdem Jogja mencatat sumbangan dari partai nol rupiah sementara dari para caleg tercatat Rp96,070,000. "Semua dana pribadi caleg dan tidak ada yang dari badan usaha. Untuk kegiatan partai sudah dibackup dari Banpol. Termasuk pelatihan dan bimtek," kata Ketua Bappilu Partai Nasdem Jogja Dwi Candra Putra.

Golkar Jogja juga mencatat sumbangan dari partai nihil, sementara sumbangan dari para caleg yang dilaporkan ke KPU oleh bendahara partai Tri Kirana Muslidatun hanya Rp124,1 juta. Jumlahnya bervariasi mulai ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Adapun partai besutan Tommy Soeharto, Berkarya Jogja hanya menerima sumbangan dari partai sebesar Rp100.000 sementara dari 18 calegnya hanya empat caleg yang mencatat sumbangannya. Terkecil Rp1,3 juta dan terbesar Rp10 juta, selebihnya tidak menyumbang alias Rp0.

Partai Perindo besutan Hary Tanoe, hanya menerima sumbangan partai sebesar Rp7,5 juta untuk bendera dan kaos. Hanya tujuh caleg yang melaporkan sumbangan dana kampanye antara Rp500.000 hingga Rp3 juta. Total dana yang dilaporkan hanya Rp24,5 juta

Berbeda dengan beberapa partai lainnya, untuk PPP dana dari sumbangan partai tercatat Rp8,2 juta untuk kebutuhan bendera dan kaus. Adapun tujuh calegnya sama sekali tidak mencatat sumbangan alias Rp0.

Adapun PAN Jogja hanya mencatat penerimaan dana kampanye dari para caleg sebesar Rp41,1 juta sementara dari partai nihil alias Rp0. Hal sama tercatat untuk Partai Demokrat yang total dana kampanye hanya Rp30 juta. Itupun hanya berasal dari para caleg meskipun tidak semua menyumbang.

Untuk PBB Jogja, dana partai sebesar Rp3,8 juta dan yang berasal dari caleg Rp5,91 juta sehingga total dana kampanya yang tercatat sebanyak Rp9,71 juta.