NYIA Beroperasi April 2019, Bagaimana Nasib Kereta Bandara?

Sri Sultan HB X (kiri) mendengarkan pemaparan progres pembangunan NYIA dalam peninjauan di lokasi bandara NYIA, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Selasa (8/1/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
08 Januari 2019 19:50 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Gubernur DIY Sri Sultan HB X meninjau progres pembangunan proyek bandara Kulonprogo serta fasilitas penunjangnya pada Selasa (8/1/2019) di Kecamatan Temon, Kulonprogo.

Tak hanya memantau sampai di mana pembanguna bandara, Sultan juga memberi pejelasan soal sarana penunjangs seperti fasilitas transportasi menuju dan dari bandara.

Terkait dengan sarana transportasi menuju bandara, yakni jalur kereta bandara lewat Kedungdang, Gubernur mengatakan saat ini jalur tersebut masih dalam tahap pembebasan lahan yang ditargetkan selesai pada 2020 mendatang.

Sehingga akses menggunakan jalur kereta api belum bisa dioperasikan saat peresmian nanti.

"Sementara nanti lewat Stasiun Wojo. Kalau untuk jalur dari Kedungdang tahun ini masih pembebasan lahan dan baru akan selesai 2020. Sehingga untuk operasional nanti [saat bandara beroperasi pertama kali] belum ada kereta api ke bandara," jelasnya.

Menyoal jalur via JJLS, dia menjelaskan, pembangunan jalan tersebut merupakan program pemerintah dari Banten sampai Banyuwangi. Adapun untuk kawasan NYIA yang dilintasi sepanjang 900 meter bagian dari underpass bandara tersebut.

"Sepanjang 900 meter JJLS merupakan bagian dari underpass terminal di NYIA. Kebetulan kelewatan dan Itu tidak hanya program fasilitas di airport saja," bebernya.

Sultan berpesan supaya semua pihak yang terlibat dalam pembangunan NYIA bekerja keras dan segera berkoordinasi dengan Pemda DIY dan Pemkab Kulonprogo supaya permasalahan dapat diselesaikan.