Warga Penolak Apartemen Enggan Berdialog Saat Kembalikan SK Pengurus RT

Perwakilan pengurus RW 05 dan sejumlah RT di bawahnya mendatangi kantor kelurahan Muja-muju untuk mengembalikan SK kepemimpinan mereka, Selasa (15/1/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni.
17 Januari 2019 06:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pengurus RW 05 Balirejo, Muja-muju, Umbulharjo dan sejumlah RT yang mengembalikan SK kepemimpinan mereka ke kantor kelurahan Muja Muju, Selasa (15/2/2019) lalu enaggan diajak berdialog.  Hal itu sebagai bentuk protes mereka yang merasa tak diajak dalam uji publik apartemen yang akan dibangun di Balirejo, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Jogja itu.

Ketua RW 05 Balirejo, Dono Susilo menuturkan selain mengembalikan SK, mereka juga mengaku enggan berdialog dengan pemerintah kelurahan. Dalam audiensi bersama lurah Muja-muju, para pengurus RT dan RW menilai pihak kelurahan telah menerapkan tebang pilih. Hanya memperhatikan pengembang tak memperhatikan mereka yang bekerja tanpa pamrih untuk masyarakat.

"Kami merasa ditinggalkan, asumsi kami, pemerintah berpihak ke pengembang, tidak berpihak kepada masyarakat. Padahal kami ini pekerja sosial, bekerja melayani masyarakat tanpa dibayar. Kalau pengembang itu kan menggunakan uang," katanya Selasa.

Lurah Muja-muju, Jemari mengatakan, agar tidak ada prasangka buruk maka pihak kelurahan tetap harus menjelaskan duduk persoalan. Saat ia menjadi lurah, tahapan perizinan apartemen sudah berproses.

Dalam hal ini, ia juga mencoba memfasilitasi warga yang mendukung pembangunan apartemen, karena mereka belum mendapatkan wadah. Selain itu, warga yang menolak pembangunan apartemen juga tak mengirim orang atau perwakilan dalam uji publik AMDAL. Jemari menambahkan, ia hanya akan bergerak sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Yang perlu diketahui, kami sama sekali belum menandatangani IMB. Sampai sekarang juga belum ada pengajuan IMB ke kelurahan," ucapnya.