Soal Dana Desa, 4 Desa di Sleman Ini Jadi Acuan Pusat

Ilustrasi - JIBI/Harian Jogja
18 Januari 2019 14:20 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Realisasi penyerapan Dana Desa di Kabupaten Sleman sejak 2015-2017 diklaim mencapai rerata 100%.

Kepala Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Helmizar mengatakan ada empat desa di Kabupaten Sleman yang masuk dalam kategori terbaik dalam realisasi pengelolaan dana desa. Keempat desa tersebut masing-masing adalah Desa Purwomartani, Desa Tamanmartani, Desa Selomartani yang berada di wilayah Kecamatan Kalasan dan Desa Sinduadi yang ada di Kecamatan Mlati.

“Kami mencari informasi dan data di DIY terkait dengan pengelolaan dana desa. Kami sampling Kabupaten Sleman menjadi tujuan pertama karena realisasinya dari tahun 2015 sampai dengan 2017 mencapai angka rata-rata 100 persen,” kata Helmizar seusai mengunjungi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sleman, Kamis (17/1/2019).

Kedatangannya ke Sleman, kata Helmizar, adalah dalam rangka menganalisis data serapan Dana Desa berikut kendala yang muncul di lapangan. Rencananya, hasil kajian dan analisis tersebut nantinya akan dijadikan acuan bagi pembahasan pencairan Dana Desa tahun-tahun berikutnya.

Kepala Dinas PMD Sleman Priyo Handoyo menyebut dari total 100 desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) terbaik, empat desa di Sleman, yakni Purwomartani, Tamanmartani, Selomartani, dan Sinduadi masuk di dalamnya.

Sejumlah indikator yang bikin keempat desa itu masuk dalam kategori terbaik adalah pembangunan prasarana jalan poros desa untuk akses distribusi ekonomi, pembangunan drainase, pengelolaan dan pembinaan pendidikan anak usia dini (PAUD), pembinaan dan pelatihan bagi kelompok miskin, pelatihan dan pembinaan kelompok tani, serta pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).

“Kami memang sudah berkoordinasi baik dengan pendamping desa, inspektorat sebagai fungsi pengawasan. Kami juga sudah bekerjasama dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Semoga formulasi ini bisa lebih baik untuk ke depannya,” kata Priyo.

Terkait dengan penggunaan Dana Desa, dia menjelaskan untuk tahun ini, sesuai arahan dari Pemerintah Pusat, pemanfaatan Dana Desa memang lebih diarahkan pada peningkatan sumber daya manusia. “Tahun lalu memang fokus di pembangunan fisik. Tahun ini, lebih untuk peningkatan SDM dan pemberdayaan masyarakat. Mudah-mudahan nanti bisa lebih sinkron sehingga indeks untuk kemandirian desa ini bisa lebih bagus,” katanya