UMY Ingin Bank Sampah Kradenan Berseri Lebih Sejahterakan Warga

Petugas Bank Sampah Kradenan Berseri sedang menimbang sampah yang ditabung warga , Minggu (20/1/2019). - Harian Jogja/Anton W Prihartono.
20 Januari 2019 11:57 WIB Anton Wahyu Prihartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pendampingan kepada Bank Sampah Kradenan Berseri, Desa Banyuraden, Gamping, Sleman. Pendampingan dimaksudkan agar Bank Sampah Kradenan Berseri bisa lebih maju dan bisa menyejahterakan masyarakat.

Pembina Bank Sampah Kradenan Berseri Supardiyono mengatakan bank sampah di Kradenan sudah ada sejak dua tahun lalu dan mendapat dukungan dari warga Kradenan. Hingga saat ini sudah ada 120 nasabah di bank sampah.

"Di RW kami ada 200 KK, yang ikut jadi nasabah 120 orang. Masyarakat Kradenan sudah merasakan manfaatnya,” ujar Supardiyono, Minggu (20/1/2019).

Menurut dia, bank sampah dibuka pada hari Minggu setiap dua pekan sekali, di mana pada Minggu pagi warga berbondong-bondong membawa sampah yang telah dipilah-pilah. Oleh petugas, sampah-sampah tersebut ditimbang dan kemudian dipilah lagi. "Oleh petugas kami, sampah ditimbang dan kemudian dicacat," katanya.

Warga yang menabung di bank sampah bisa melihat langsung berapa sampah yang telah ditabung karena setiap menabung langsung dicatat oleh petugas. Beberapa warga ada yang memiliki saldo satu juta lebih. "Ada juga warga yang memiliki saldo baru seratusan ribu. Warga pun bisa mengambil saldo tabungan jika memiliki keperluan yang mendesak seperti untuk bayar sekolah anak dan lainnya," kata dia. 

Supardiyono menambahkan Bank Sampah Kradenan Berseri pernah mendapat penghargaan dari Pemkab Sleman. "Kami menyambut positif tim UMY yang akan melakukan pendampingan kepada bank sampah di Kradenan ini;" imbuh dia.

Salah satu tim pendamping bank sampah dari UMY Adhianty Nurjanah mengatakan, pendampingan ini merupakan program pengabdian masyarakat UMY yang salah satunya di Bank Sampah Kradenan Berseri di mana bank sampah tersebut merupakan inovasi warga yang perlu didukung. Harapannya, bank sampah yang dikelola bisa lebih maju lagi dan pada akhirnya bisa menyejahterakan masyarakat Banyuraden. 

Di bank sampah, UMY nantinya akan membuatkan sistem informasi dan komunikasi berbasis digital. Ke depan, pihaknya akan membuatkan website dan akun media sosial sehingga bisa digunakan sebagai sarana komunikasi internal maupun eksternal warga. 

"Dengan website, apa yang dilakukan warga bisa diketahui masyarakat luas dan bisa memberi inspirasi masyarakat lain dalam hal pengelolaan sampah. Sebab, sampah selama ini dikenal sebagai barang yang tak berguna. Tapi di Bank Sampah Kradenan Berseri, sampah bisa ditabung dan dimanfaatkan menjadi hal yang berguna,” ujar Adhianty.