Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ilustrasi PKL di Taman Denggung, Dusun Jaran, Desa Tridadi, Sleman pada Jumat (12/10/2018). /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul mendata semua pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Bantul. Data tersebut nantinya menjadi rujukan Pemkab dalam menata PKL berbasis kawasan di tiap kecamatan.
"Tahun ini kami lakukan pendataan dan kajian soal PKL di wilayah kecamatan Pandak dan Srandakan," kata Kepala Bidang Sarana dan Distribusi Perdagangan, Dinas Perdagangan Bantul, Yus Warseno, Jumat (25/1/2019).
Yus mengatakan proses pendataan dan kajian PKL juga melibatkan Apkli Bantul dan Apkli di tiap kecamatan sebagai organisasi PKL. Tahun lalu pihaknya sudah selesai mendata PKL di wilayah Sewon, Imogiri, Kretek, dan Banguntapan. Pendataan terus dilakukan di semua kecamatan.
Sejauh ini baru ada sekitar 2.500an PKL yang sudah terdata dari total sekitar 3.500 PKL berdasarkan data dari Apkli Bantul. Setelah selesai didata, selanjutnya Pemkab mengkaji wilayah yang cocok untuk membuat sebagai sentra kuliner yang akan diisi oleh para PKL hasil pendataan tersebut.
Tahun 2018 silam Dinas Perdagangan sudah membuat tiga kawasan kuliner hasil pendataan PKL. Ketiga kawasan kuliner tersebut, yakni di Lapangan Demi, Imogiri, Lapangan Karangtalun, Imoiri dan bekas Pasar Angkruksari. Untuk sentra kuliner di Karangtalun dan Angkruksari rencananya baru akan diresmikan sekaligus diisi pada Februari ini. Sementara di Lapangan Demi sudah lebih dulu diresmikan dan menampung sekitar 50 PKL.
Ia meminta tiap kecamatan ikut menyediakan lahan untuk sentra PKL, "Harapannya dari penataan PKL berbasis kawasan ini PKL tidak ada lagi yang melanggar atau menganggu lalu lintas, tidak terkesan kumuh," ujarnya.
Ketua DPD Aplki, Eko Mahardi menyatakan setuju dengan penataan PKL yang dilakukan Pemkab Bantul. Pihaknya selama ini juga ikut membantu mendata para PKL di Bantul. Namun ia berharap dalam pembangunan kawasan sentra PKL nanti dimusyawarahkan dengan PKL karena yang akan menempati adalah PKL.
Tidak seperti sentra PKL di Lapangan Demi yang beberapa atap lapak PKL mulai rusak. "Mungkin karena bangunan sementara jadi kurang begitu bagus. Tidak seperti di Karangtalun dan Angkruksari," kata Eko.
Sentra kuliner Karangtalun dan Angkruksari dibangun sejak Oktober lalu dengan anggaran sekitar Rp1,3 miliar. Kedua sentra kuliner tersebut masing-masing dibangun 50 kios semi permanen. Pembangunan sentra kuliner itu didesain sebagai tempat transit kendaraan wisatawan sehingga diklaim akan ramai dikunjungi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Beta Mom, gaya asuh santai yang viral di TikTok dan Wall Street Journal. Lawan helicopter parenting, fokus pada fleksibilitas dan kebahagiaan ibu-anak.
Animaccord membantah tuduhan bahwa Masha and the Bear menjadi alat propaganda Rusia. Studio menegaskan serial itu hanya mengusung nilai persahabatan dan imajina
Maroko lebih diunggulkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat pengalaman, organisasi permainan, dan performa konsisten.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.