Di Bantul, dalam Sebulan, 6 Nyawa Melayang di Jalan

Kondisi kendaraan yang ringsek setelah kecelakaan di di Jalan Parangtritis, Dusun Duwuran, Parangtritis, Kretek, Bantul, Senin (27/8/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
30 Januari 2019 08:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak enam orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di Bantul selama sebulan terakhir di awal 2019 ini. Sebagian besar kecelakaan tersebut dipicu karena kelalaian pengemudi.

"Demi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas kami imbau semua pengguna jalan agar mematuhi aturan berlalu lintas," kata Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas, Satlantas Polres Bantul, Ipda Mulyanto, kepada Harian Jogja, Selasa (29/1/2019).

Berdasarkan data Satlantas Polres Bantul, angka kecelakaan selama Januari 2019 ini sebanyak 194 kejadian, dengan jumlah korban meninggal dunia enam orang, luka berat satu orang, dan luka ringan sebanyak 269 orang. Sementara kerugian materi sebesar Rp62,9 juta. Mulyanto mengatakan rata-rata korban kecelakaan itu masih berusia antara 20-25 tahun.

Kecelakaan terakhir yang merenggut nyawa terjadi pada Jumat (25/1/2019) malam, pekan lalu di Ringroad Selatan, Panggungharjo, Sewon. Kejadian tersebut melibatkan sepeda motor dan minibus. Akibat kejadian itu satu orang meninggal atas nama Mastawahu Ulya Hasan Siregar, 20, warga Sumatera Utara.

Kecelakaan itu bermula saat minubus AB 7084 RB yang dikemudikan Isnanto, 54, warga Panggungharjo, Sewon itu melaju dari arah barat ke timur. Sampai lokasi kejadian, minibus bermaksud putar balik, namun dari arah belakang dihantam vario AB 2341 XH yang dikemudikan korban dan pembonceng Ibnu Azhar Putra, 22, mahasiswa asal Aceh.

Mulyanto belum bisa menyimpulkan dalam kasus tersebut karena masih dalam penyelidikan. "Sementara ini kami masih dalam penyelidikan," kata dia. Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu kini dibawa ke Mapolres Bantul.

Sebelumnya pada Minggu (20/1/2019) kecelakaan terjadi di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Sanden yang melibatkan truk dan sepeda motor. Kecelakaan itu dipicu karena dopir truk diduga sengaja melaju zig-zag sehingga terlihat oleng. Aksi yan disebut kapten oleng itu menyebabkan pengendara sepeda motor luka berat di bagian kepala dan kaki.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bantul, AKP Cerryn Nova mengatakan data kecelakaan tahun lalu dan 2017 juga didominasi usia-usia produktif antara 17-35 tahun. Pihaknya saat ini tengah mengencarkan sosialisasi keselamatan lalu lintas yang menyasar generasi milenial melalui sekolah-sekolah, komunitas remaja, komunitas otomotif, organisasi kepemudaan, pembagian brosur atau pamplet, dan forum diskusi.

Cerryn berharap para generasi milenial membiasakan tertib berlalu lintas, tidak melanggar, karena pelangaran lalu lintas biasanya awal  penyebab terjadinya kecelakaan.  "Kami mengajak generai milenial sebagai pelopor ketertiban berlalu lintas dengan meminimalisir terjadinya pelanggaran," kata Cerryn.

Data kecelakaan selama tahun lalu ada 1.617 dengan korban meninggal dunia sebanyak 133 orang, luka berat dua orang, luka ringan 2.367 orang. Jumlah kecelakaan tersebut naik sekitar 19% atau seitar 308 kejadian dari kejadian 2017 sebanyak 1.309 kejadian kecelakaan yang menelan korban jiwa sebanyak 138 orang, luka ringan 1.461 orang.