Soal Laporan Serapan Dana Desa, Baru 33 Desa yang Tuntas

Ilustrasi - JIBI/Harian Jogja
10 Februari 2019 15:15 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dari 144 desa yang ada di Gunungkidul, baru 33 desa yang menuntaskan laporan serapan anggaran dana desa 2018. Masih ada 111 desa yang belum menyerahkan laporan serapan dana desa.

Sejauh ini angka keterserapan dana desa 2018 di Gunungkidul mencapai 96,59% dari total alokasi anggaran sebesar Rp 117,5 miliar. Anggaran yang sudah terserap hingga awal 2019 sekitar Rp113,5 miliar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Kabupaten Gunungkidul, Sujoko, mengatakan data tersebut masih bersifat sementara. Menurutnya jajarannya akan memutakhirkan serapan dana desa dalam waktu dekat. “Kami masih mengolah dan akan memetakannya,” kata Sujoko, Minggu (10/2/2019)

Menurut Sujoko, angka keterserapan dana desa di Gunungkidul setiap tahunnya cenderung stabil. Pada 2019 serapan dana desa diprediksi tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

Sektor pembangunan infrastruktur di tiap desa paling banyak menyedot anggaran, yakni sebesar Rp 85,2 miliar, porsi terbesar kedua digunakan untuk sektor pemberdayaan masyarakat senilai Rp27,7 miliar. Sedangkan sisanya digunakan untuk sektor pemerintahan dan pembinaan masyarakat.

Kepala Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Agus Setiawan, mengungkapkan desa yang ia pimpin termasuk ke dalam 33 desa yang serapannya sudah mencapai 100%. “Saya hanya tahu sedikit soal penggunaan dana desa,” ucap Agus, Minggu.

Agus menyatakan anggaran dana desa pada tahun ini akan lebih banyak digunakan untuk kegiatan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Baleharjo. Baginya yang terpenting penggunaan dana desa sesuai dengan prosedur dan aspirasi warga desa.