Minat Guru di Gunungkidul Dalam Membuat Karya Ilmiah Masih Rendah

Ilustrasi Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menyerahkan hadiah kepada sejumlah guru berprestasi dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-73 PGRI, Senin (26/11/2018). - harian Jogja/Uli Febriarni
12 Februari 2019 17:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid menyadari pentingnya program penelitian bagi para guru. Program ini, selain untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan, juga dapat berpengaruh terhadap kenaikan kepangkatan.

Sayangnya, Bahron menilai hingga saat ini minat guru untuk melakukan penelitian masih rendah. Disdikpora pun terus mendorong agar guru mau membuat karya ilmiah. Beberapa karya ilimiah yang dihasilkan dapat berupa artikel, buku hingga jurnal. “Untuk antusias membuat karya ilmiah, masih perlu didorong karena upaya tersebut sebagai upaya pengebangan diri yang wajib dilakukan para guru,” katanya, Minggu (10/2/2019).  

Guna meningkatkan antusiasme guru membuat karya ilmiah, Bahron mengakui sudah rutin memberikan bimbingan teknis terkait dengan penelitian. Di dalam bimtek ini diterangkan bagaimana membuat karya ilimah yang baik dan benar.

Menurut dia, manfaat pada saat membuat karya ilmiah akan dirasakan sendiri oleh para guru. Pasalnya, penulisan tersebut akan masuk dalam penilaian angka kredit yang berpengaruh terhadap kepangkatan. “Paling penting karya tersebut sebagai sarana menambah wawasan dan pengetahuan para guru,” ungkap mantan Sekretaris Disdikpora ini.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala sekolah SMP Negeri 3 Wonosari, Mulyadi. Menurut dia, pembuatan karya ilmiah oleh para guru masih kurang, khususnya bagi guru-guru yang telah lanjut usia atau guru yang golongannya 4A ke atas. “Paling banyak dialami guru yang sudah tua sehingga semangatnya sudah berkurang,” katanya.

Kendala tersebut bukan hal yang harus dipersoalkan karena dari sisi teknis, disdikpora sudah memberikan pelatihan dan bimbingan. Selain itu, juga ada tim yang siap memberikan pendampingan pada saat melakukan penelitian maupun penulisan karya ilmiah. “Saya kira ini bisa jadi solusi, apalagi karya-karya ini juga sangat berpengaruh terhadap nilai kepangkatan,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho berharap kepada para guru agar terus melakukan pengembangan diri. Salah satunya dapat dilihat dari berbagai karya ilimiah yang dihasilkan. Menurut dia, pengetahuan para guru akan memberikan dampak besar terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan di Gunungkidul. “Upgrade pengetahuan tidak hanya bermanfaat bagi guru sendiri karena dampaknya juga dirasakan para siswa,” katanya.

Iq berharap dalam penulisan ilimiah juga berkualitas, tidak sekadar menulis dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademik. “Harus berkualitas dan yang terpenting tidak boleh menjiplak karya orang lain,” imbuhnya.