Kuota Berlebih Bikin Belasan SMP Swasta Gunungkidul Nihil Murid Baru
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 18 SMP swasta yang tidak mendapatkan murid dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027.
Suasana Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (18/12/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul kembali mengajukan dana tugas pembantuan (TP) ke Kementerian Perdagangan (Kemendag). Rencananya dana ini digunakan untuk membangun Pasar Karangijo di Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong.
Kepala Bidang Pasar Disperindag Gunungkidul, Ari Setiawan, mengatakan jajarannya mengajukan dana TP untuk revitalisasi pasar tradisional ke Pemerintah Pusat. Dia berharap pengajuan dapat disetujui sehingga dapat menambah anggaran pembangunan pasar di Bumi Handayani. “Sudah kami ajukan dan rencananya digunakan untuk membangun Pasar Karangijo di Kecamatan Ponjong,” kata Ari, Kamis (14/2/2019).
Menurut dia selama ini Pemkab konsen untuk membangun dan merevitalisasi pasar tradisional di Gunungkidul. Sebagai gambaran, Pemkab setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk pembangunan pasar. Tahun ini Pemkab berencana membangun Pasar Jimbaran, Ponjong dan Pasar Playen. Untuk Pasar Jimbaran dibangun menggunakan dana alokasi khusus sebesar Rp800 juta. Untuk Pasar Playen mendapatkan alokasi Rp4,4 miliar yang bersumber dari DAK dan APBD 2019. “Jika dana TP dari Kemendag cair, maka progam revitalisasi pasar di Gunungkidul akan bertambah,” kata Ari.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Suryanto. Ia berharap tahun ini Pemkab mendapatkan dana TP dari Pemerintah Pusat. “Untuk alokasinya belum tahu, tapi yang jelas kami sudah mengajukan dana TP ke Kemendag untuk proyeksi pembanguan Pasar Karangijo di Ponjong,” katanya.
Menurut Suryanto pemberian dana TP dari Kemendag bukan hal yang baru. Pasalnya sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Gunungkidul sudah rutin mengakses dana ini. “Hasilnya sudah dapat dilihat seperti pembanguan pasar di Karangmojo, Trowono di Kecamatan Paliyan dan terakhir dana TP sebesar Rp6 miliar digunakan untuk membangun Pasar Legundi di Kecamatan Panggang,” katanya.
Dikatakan Suryanto program revitalisasi sangat penting untuk mempertahankan eksistensi pasar tradisional di tengah persaingan dengan keberadan pasar modern. Menurut dia revitalisasi dilakukan untuk menciptakan kondisi pasar yang bersih, rapi sehingga bisa memberikan rasa nyaman baik kepada pedagang maupun pembeli. “Program revitalisasi akan terus dijalankan agar masyarakat tetap mau berbelanja di pasar tradisional. Dengan revitalisasi ada harapan kondisi pasar menjadi aman, nyaman dan tidak semrawut lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 18 SMP swasta yang tidak mendapatkan murid dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027.
Bangkai pesawat kargo Boeing 737-400 yang hilang di Laut Arab ditemukan setelah operasi pencarian 12 jam. Pencarian lima awak masih berlanjut.
Erick Thohir memastikan klub di Indonesia tak punya alasan menolak pemanggilan Timnas usai jadwal Super League 2026/2027 diundur.
Polri membekukan dua ruangan di de'Clan Signature dan money changer usai penggeledahan kasus korupsi serta TPPU, menyita hampir Rp60 miliar.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Setahun hilang, Mozza Axillia Gunarsa belum ditemukan. Polisi masih menyelidiki, sementara keluarga terus berharap gadis calon mahasiswi Undip itu pulang.