Kampung Wisata Bisa Jadi Andalan Penambah Lama Masa Tinggal Pelancong

Wisatawan memotret kirab pembukaan festival budaya Kampung Prawirotaman dan Kampung Panggung Krapyak di Jalan Prawirotaman, Yogyakarta, Sabtu (15/07/2017). - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 Februari 2019 16:20 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Keberadaan kampung wisata di Jogja dinilai bisa jadi andalan bagi peningkatan lama tinggal wisatawan (length of stay) di Kota Jogja.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja, Yetty Martanti mengungkapkan kampung wisata sebagai salah satu wisata alternatif, menawarkan beragam hal yang berbeda dan bernilai edukasi kepada wisatawan. Di kampung wisata, para pengunjung bisa melihat sesuatu, merasakan, misalnya belajar membatik, belajar menatah wayang dan mempelajari kehidupan warga di sekitar kampung wisata.

"Dengan target length of stay di Jogja pada 2019 adalah selama 2,04 hari, sudah membutuhkan effort yang besar. Karena biasanya hanya di bawah dua hari," ujarnya, Senin (18/2/2019).

Terkait dengan length of stay, maka ada banyak faktor yang punya pengaruh. Mulai dari daya tarik wisata hingga atraksi malam hari. Terlebih saat ini ada banyak penerbangan komersial dari dan menuju Jogja.

Kondisi ini menurut dia bisa jadi peluang meningkatkan kunjungan dan length of stay. Selain itu akses yang kian mudah juga memungkinkan wisatawan memiliki banyak alternatif ke kota lain yang melewati Jogja.

Selain lewat jalur udara, kemudahan akses transportasi lewat jalur darat juga sudah didukung dengan adanya pembangunan tol, Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Dengan demikian, tersedia akses yang baik bagi wisatawan menuju banyak daerah destinasi.

Length of stay, kata dia, dihitung dari lama seorang wisatawan menginap di hotel. Tetapi, selama ini, wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja ada pula yang memilih tinggal di homestay dan penginapan.

Karena itulah selama ini length of stay wisatawan tidak terdata. Ini yang kemudian memberikan peluang besar meningkatkan length of stay dari sana, termasuk di kampung wisata. "Selain length of stay, yang berpengaruh dan memberi dampak secara ekonomi adalah belanja wisatawan, baik itu untuk hotel, kuliner. Bagaimana wisatawan ini membelanjakan uangnya di Jogja, ada yang berpengaruh langsung ke masyarakat ada yang tidak langsung," ucap dia.

Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja, Golkari Made Yulianto menjelaskan di Kota Jogja ada 17 kampung wisata. Sembilan di antaranya sudah diakreditasi, terdiri dari delapan kampung wisata rintisan dan satu kampung wisata berkembang.

Tahun ini, sebanyak delapan kampung wisata diakreditasi. Bagi kampung wisata rintisan, Pemkot akan melakukan sejumlah upaya penguatan, antara lain perkuatan kelembagaan, sarana dan prasarana, lokakarya hingga peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Sarana prasarana juga menyangkut pengadaan penanda kampung wisata, toilet dan fasilitas pendukung lain. Dispar juga berharap, kampung wisata memiliki atraksi khas,” ucap dia.