Stasiun Wojo Jadi Andalan Sementara Penunjang NYIA

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2018). - Antara/Hafidz Mubarak A
24 Februari 2019 12:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Stasiun Wojo yang berlokasi di Purworejo, Jawa Tengah, akan menjadi salah satu infrastruktur pendukung andalan untuk menunjang beroperasinya Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) April 2019 mendatang. Mengingat stasiun Kedundang di Kulonprogo masih dalam tahap pengerjaan.

“Ya masih pakai stasiun Wojo. Kedundang nanti kalau jembatan jalan yang real kan belum dibuat. Baru proses persiapan pembebasan saat ini. Masih memaksimalkan Wojo,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, di UGM, Jumat (22/2/2019).

Ia menambahkan untuk kereta menggunakan kereta reguler dan akan dibuat dalam satu rangkaian. Untuk Damri sendiri dikatakan Budi sudah memungkinkan dan tidak ada masalah. Termasuk kedepan dimungkinkan juga untuk taksi biasa maupun taksi online dapat masuk.

Perkembangan pembangunan bandara NYIA sendiri menurutnya hingga saat ini masih berjalan dengan baik. “Sampai sekarang masih oke [proses pembangunan]. Bagian yang harus selesai bulan April sudah 70%,” ujarnya.

Untuk tanggal peresmian sendiri Menhub belum dapat memastikan kapan waktunya, apakah sebelum Pemilu atau setelah Pemilu. Namun melihat kondisi yang sekarang di mana bandara Adisutjipto yang menjadi salah satu penyebab atau berkontribusi kemacetan. Sehingga membuat keterlambatan di tempat lain, dimungkinkan akan cepat beroperasinya NYIA.

“Semisal Adisutjipto sudah telat setengah jam di lain-lain bikin terlambat yang lain-lain jadi terlambat. Kita harus mencarikan jalan keluar. Adisutjipto menjadi salah satu tempat tujuan banyak orang, namun justru mengkontribusi kemacetan di tempat yang lain,” ujar Budi.

Sebelumnya saat melakukan tinjauan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menekankan kepada Angkasa Pura 1 untuk mengedepankan pada kualitas bangunan bandara.

“Saya selalu menekankan bahwa harus betul-betul dijaga karena ini bandara Internasional tentu kualitas dan keamanan bangunan harus diperhatikan,” ujar Rini.

Rini mengatakan NYIA akan menjadi salah satu bandara terbesar setelah setelah Soekarno Hatta, Jakarta dan Ngurah Rai, Bali. Bandara ini juga bakal berstatus sebagai bandara internasional. Atas hal itu AP1 harus bisa memberi pelayanan terbaik.