680 Orang Ikuti Lomba Jemparingan

Salah satu peserta Lomba Jemparingan Mataraman III Tingkat Nasional tengah beraksi, Minggu (3/3/2019). - Istimewa/Dinas Pariwisata DIY
05 Maret 2019 15:20 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kadipaten Pura Pakualaman bersama Dinas Pariwisata DIY menggelar Lomba Jemparingan Mataraman III Tingkat Nasional, Minggu (3/3/2019). Lomba yang digelar di Lapangan Panahan DIY, Jalan Kenari, Jogja itu diikuti 680 peserta yang berasal dari 43 klub panahan di DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Madura, dan Banten.

Lomba Jemparingan Mataraman III Tingkat Nasional dibuka secara resmi oleh GKBRAA Paku Alam. Selain itu dilakukan pula penyerahan trofi KGPAA Paku Alam X dari Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Rahardjo kepada panitia pelaksana lomba. GKBRAA Paku Alam mengatakan pelaksanaan Lomba Jemparingan Mataraman III Tingkat Nasional digelar dalam rangka Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-213 tahun (Jawa). Lomba ini digelar agar masyarakat mengetahui bahwa Jemparingan Mataraman adalah olahraga panahan tradisional yang harus dikembangkan dan dilestarikan.

“Mengingat tingginya animo masyarakat terhadap panahan maka Kadipaten Pura Pakualaman memfasilitasi kembali Lomba Jemparingan Mataraman, di samping juga sebagai ajang latihan para atlet olahraga jemparingan,” ucap permaisuri KGPAA Paku Alam X itu melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (5/3)/2019.

Saat berlomba, para peserta memakai pakaian adat tradisional Jawa dengan posisi duduk bersila. Diperlukan konsentrasi penuh sebelum membidik sasaran. Sesuai aba-aba, mereka bersama-sama melesatkan anak panah pada sasaran.

Jemparingan Mataraman berlangsung sebanyak 20 rambahan. Dalam setiap rambahan, peserta memiliki kesempatan memanah empat kali. Kepala Dispar DIY, Singgih Rahardjo pada kesempatan itu turut mencoba membidik sasaran menggunakan busur panah. Kami mendukung penuh penyelenggaraan lomba jemparingan yang diikuti oleh klub-klub panahan dari beberapa daerah,” ucap dia.

Lomba jemparingan, kata dia, merupakan kolaborasi wisata budaya dan wisata olahraga yang perlu dilestarikan dan bisa dikembangkan ke tingkat internasional. “Kita harapkan pula lomba panahan tingkat nasional ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY,” ujar Singgih.

Pada kategori laki-laki juara pertama diraih Sabam dari Langenastra Yogyakarta; pemenang kedua adalah Opik dari JCC; dan pemenang ketiga adalah Ahmad Nur dari Kridosenopati Klaten, Jawa Tengah. Sedangkan untuk kategori perempuan, juara pertama diraih Heni Widyastuti dari Krido Warastro Bantul.