Pengelola Wisata Wajib Kreatif

Sejumlah narasumber dalam diskusi dan bedah buku Manajemen Pemasaran Pariwisata di Pendopo Ndalem Sabine Guest House, Wiyoro Lor, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Rabu (6/2/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
07 Maret 2019 23:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pengelola wisata dan masyarakat harus kreatif mencari terobosan untuk memasarkan objek wisata supaya wisatawan tergerak untuk datang kembali mengunjungi tempat yang sama.

Setidaknya ada beberapa unsur yang dapat menarik wisatawan, seperti yang diuraikan oleh Nur Indah Kurniawati dari penerbit Graha Ilmu, di antaranya adalah kondisi lingkungan objek wisata, makanan, kuliner, kerajinan, dan atraksi.

"Yang terpenting adalah bagaimana caranya supaya wisata selalu ada yang baru sehingga wisatawan ingin berkunjung lagi," kata Nur Indah dalam dikusi dan bedah buku Manajemen Pemasaran Pariwisata di Pendopo Ndalem Sabine Guest House, Wiyoro Lor, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Rabu (6/2/2019).

Dalam diskusi itu, Nur Indah memaparkan isi buku karya Ni Luh Heny Andayani yang bakal diterbitkan Graha Ilmu tersebut. Dia mengatakan buku itu dapat menjadi panduan bagi pengelola wisata dan masyarakat dalam memasarkan pariwisata dan mudah dipahami.

Konsultan dari Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUKM) DIY, Yogi Bowi mengatakan untuk memajukan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola namun masyarakat sekitar objek wisata perlu terlibat. Bahkan keterlibatan sampai membuat konten pemasarannya.

Saat ini, kata dia, memang masanya digitalisasi pariwisata sehingga konten pendukung perlu memanfaatkan teknologi informasi seperti Internet. Semua informasi pariwisata bisa dipasarkan melalui internet baik tulisan, foto, maupun video. "Setelah konten gambar dan video dibuat maka masyarakat harus ikut memviralkan," kata Bowi.

Selain melalui visualisasi pemasaran, pengelola wisata juga perlu menggandeng agen-agen wisasata. Dengan demikian secara tidak langsung agen wisata juga turut memasarkan. Namun demikian dia mengingatkan agar pelayanan tetap diutamakan. Jangan sampai wisatawan kapok untuk datang kembali berwisata ke tempat yang sama.

Kabid Pembinan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Juli Sugiarto mengatakan bedah buku di Ndalem Sabrine Sitimulyo merupakan putaran ke-21 dari target 60 kali selama tahun ini. Bedah buku digelar di empat kabupaten dan kota di DIY. Ia mengatakan bedah buku digelar dengan maksud dapat meningkatkan minat baca. “Masyarakat juga diharapkan bisa mengaplikasikan apa yang tertera dalam buku tersebut,” kata dia.