Pembahasan Raperda Gunungkidul Dikebut, 3 Draf Segera Dibahas
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Antrean masuk ke Gua Pindul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KARANGMOJO—Pengelolaan objek wisata Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Karangmojo belum lepas dari masalah. Perang tarif masih terjadi sehingga jasa susur gua dihargai lebih rendah dari kesepakatan antaroperator.
Rumor perang tarif yang mengakibatkan turunnya harga jasa susur goa sudah menjadi rahasia umum. Jika mengacu pada kesepakatan harga, untuk sekali susur pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp40.000 (di luar retribusi masuk kawasan Pindul). Namun pada praktiknya ada operatir yang mematok ongkos di bawah kesepakatan. Bahkan ada yang berani memasang tarif Rp15.000 untuk sekali kunjungan.
Kepala Desa Bejiharjo Yanto tidak menampik adanya operator nakal yang membanting harga dan melanggar kesepakatan tarif. Meski demikian, dia tidak menyebutkan nominal tarif murah yang dipatok untuk menyusuri Gua Pindul. “Yang jelas ada dan harganya jauh dari tarif yang telah disepakati bersama,” kata Yanto, Kamis (7/3/2019).
Menurut dia, penurunan tarif susur goa dilakukan dengan tujuan menarik banyak wisatawan. Namun demikian, Yanto menegaskan hal tersebut tidak bisa dibenarkan karena bisa merusak harga di pasaran.
“Apa yang telah disepakati ya harus dijalankan, tetapi faktanya banyak yang tidak memegang komitmen untuk menjalankan tarif sesuai dengan kesepakatan. Buktinya, ada operator yang berani memasang tarif jauh di bawah harga.”
Persaingan tidak sehat ini, menurut dia, harus dihentikan karena pendapatan operator akan berkurang jauh. Sementara, keuntungan akan mengalir ke agen perjalanan wisata karena mereka akan mencari operator yang mematok harga rendah. “Seharusnya untuk persaingan bukan dengan menurunkan harga, tetapi dengan meningkatkan kualitas pelayanan agar pengunjung puas dengan layanan yang diberikan. Sebab, kalau harga yang diturunkan, yang untung malah pihak lain,” ujar dia.
Direktur BUMDes Maju Mandiri Saryanto mengatakan diberikan kewenangan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul untuk mengelola jasa wisata di Gua Pindul. Dia juga mengakui adanya perang tarif dengan menurunkan harga di bawah normal oleh operator. “Memang ada dan untuk mencegah agar persaingan tidak sehat semakin meruncing, kami sudah mengambil beberapa antisipasi,” kata Saryanto.
BUMDes Maju Mandiri menyiapkan sanksi tegas kepada operator nakal, yakni dengan memutus kontrak kerja sama. “Kami harap kesepakatan harga ini harus disepakati karena menjual jasa susur gua dengan tarif lebih murah bisa merugikan semuanya.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Bareskrim Polri membongkar dugaan judi kasino di “Gedung SB” Sukoharjo. Sebanyak 30 orang jadi tersangka dan uang Rp1,048 miliar disita.
FBI peringatkan bahaya juice jacking di charger publik. Peretas bisa curi data lewat port USB. Simak 2 tips aman dari FBI agar data pribadi tetap terjaga
Tiga lampu LED proyek Tol Jogja-Solo di Gamping, Sleman, diduga dicuri. Pekerja memergoki pelaku setelah lampu tiba-tiba menghilang.
The Jakmania resmi boikot launching Persija Jakarta dan laga vs Brisbane Roar karena harga tiket naik Rp150 ribu. Manajemen didesak turunkan harga.
Van Gastel menyambut rumor Adidas menjadi apparel baru PSIM Jogja musim 2026/2027. Jersey anyar akan diperkenalkan pada 29 Agustus.