KPPN Wonosari Optimistis Masuk Tiga Besar Nasional

Pelaksana Tugas Kepala KPPN Wonosari M Affifudin Ikhsan saat melakukan presentasi di depan tim penilai lomba KPNN terbaik se-Indonesia di Kantor KPPN Wonosari di Dusun Budekan, Piyaman, Wonosari, Jumat (8/3/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
08 Maret 2019 15:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Wonosari otimistis masuk tiga besar sebagai KPPN terbaik se-Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala KPPN Wonosari M Affifudin Ikhsan di sela-sela kegiatan penilaian oleh tim dari Dirjend Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, Jumat (8/3/2019).

“Setelah dalam penilaian administrasi sudah masuk tiga besar. Jadi, dalam penilaian lapangan ini, kami juga optimistis bisa masuk tiga besar sebagai KPPN terbaik di seluruh Indonesia,” kata Affif kepada wartawan, Jumat.

Dia menjelaskan, optimisme untuk masuk tiga besar bukan tanpa dasar. Menurut Affif, KPPN Wonosari telah banyak melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan mutu kualitas layanan. Peningkatan ini tidak hanya untuk layanan kepada mitra kerja, tapi juga dilakukan di internal KPPN sehingga para pegawai menjadi bersemangat dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.

“Intinya kami berkomitmen meningkatkan pelayanan. Mudah-mudahan dengan kerja keras kami dalam penilaian bisa memberikan hasil terbaik sehingga KPPN Wonosari bisa menjadi yang terbaik,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah KPPN DIY, Heru Pudyo Nugroho. Menurut dia, KPPN Wonosari menjadi salah satu kantor layanan terbaik di DIY. Oleh karenanya, di dalam lomba pelayanan KPPN terbaik se-Indonesia, Kanwil DIY mengajukan KPPN Wonosari untuk ikut dalam kompetisi. “Mudah-mudahan bisa menjadi yang terbaik di Indonesia,” katanya.

Heru menuturkan, layanan di KPPN Wonosari sudah baik. Hal ini terlihat adanya 16 inovasi yang dibuat untuk meningkatkan mutu layanan terhadap mitra kerja. Selain itu, di KPPN sebagai kantor yang paling aktif memberikan edukasi ssehingga banyak bendahara di lingkup kerja telah memiliki sertifikasi. “Keunggulan lainnya di KPPN Wonosari sudah menerapkan zona integritas bebas dari KKN dan pungli,” katanya.

Ketua Tim Penilai dari Dirjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, Suharno mengatakan, penilaian lapangan yang dilakukan merupakan bagian dari lomba penilaian KPNN terbaik di Indonesia.

Oleh karenanya, tim mendatangi ke KPPN untu melakukan penilaian. “Akan kita sinkronkan dengan hasil dari penilaian administrisasi. Nanti setelah dari Gunungkidul, akan ada penilaian lapangan ke daerah lain,” katanya.

Suharno menjelaskan, Lomba Layanan KPPN terbaik digelar sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan di masyarakat. Diharapkan dengan lomba ini, KPPN di Indonesia bisa terus melakukan inovasi sehingga peningkatan mutu pelayanan bisa diwujudkan. “Intinya lomba sebagai upaya agar KPPN di Indonesia bisa meningkatkan mutu pelayanan,” imbuhnya.