23 Ruang Kelas SD Segera Direhabilitasi

kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid. - Harian Jogja/David Kurniawan
17 Maret 2019 19:57 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 10 gedung sekolah dasar (SD) di Gunungkidul segera direhabilitasi pada 2019. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul menyiapkan anggaran Rp1,1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.

Adapun 10 gedung sekolah yang diperbaiki masing-masing SDN Karanganom I, Kecamatan Karangmojo; SDN Karangduwet I, Kecamatan Karangmojo; SDN Karangasem, Kecamatan Paliyan; SDN Umbulrejo, Kecamatan Ponjong; SDN Tegalrejo Baru, Kecamatan Ponjong; SDN Jetis II, Kecamatan Saptosari; dan empat SDN di Kecamatan Tanjungsari yaitu Kemadang, Mendang, Kemiri II, serta Gebang.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan perbaikan menyasar sejumlah kelas dengan jumlah total sebanyak 23 kelas. Menurutnya, rehabilitasi ruang kelas dipantau langsung oleh Disdikpora. "Kalau yang memakai dana alokasi khusus [DAK] sifatnya swakelola, artinya dikerjakan oleh pihak sekolah. Untuk rehabilitasi yang menggunakan dana dari APBD dikerjakan oleh rekanan," ucap Bahron Rasyid saat ditemui Harian Jogja, Sabtu (16/3/2019)

Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar Disdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita, mengatakan ruang kelas yang diperbaiki adalah ruang kelas dengan tingkat kerusakan sedang ke atas. Rencananya perbaikan kelas akan dimulai dalam waktu dekat. "Kemungkinan dimulai pada Mei," kata dia.

Sudya menyatakan waktu yang diperlukan untuk merehabilitasi ruang kelas ditargetkan selama 90 hari kalender. Sekolah yang mendapat jatah renovasi adalah sekolah yang melaporkan kerusakan kelasnya lewat data pokok pendidikan (dapodik). Rehabilitas ruang kelas di Bumi Handayani hanya sebatas bangunan fisik saja tidak beserta dengan perabotan untuk belajar mengajar.

Selama masa perbaikan kelas, proses belajar mengajar untuk sementara dipindah ke ruangan lain. "Kalau siswa tidak terlalu banyak, kelas lain bisa disekat," kata Sudya.