Pemkot Jogja Wacanakan Kantong Plastik Organik

Ilustrasi penolakan penggunaan kantong plastik. - JIBI/Dwi Prasetya
18 Maret 2019 07:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja sudah mulai mewacanakan penggunaan kantong plastik ramah lingkungan.

Plt Kepala Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono mengatakan wacana itu juga muncul lewat pembahasan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. Dia tak memungkiri penerapan program atau kebijakan itu tentu membutuhkan proses.

"Ada wacana untuk adanya kebijakan penggunaan kantong plastik yang larut dalam air," kata dia, kepada Harian Jogja, beberapa waktu lalu.

Dia mengklaim walaupun di pasar tradisional Kota Jogja belum ada kebijakan berbayar untuk penggunaan kantong plastik, namun para pedagang di Kota Jogja sudah diajak untuk mengurangi konsumsi sampah plastik.

Pemkot, kata dia, juga sudah menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan pasar, salah satunya dengan kegiatan rutin bersih pasar atau Reresik Pasar.  Termasuk juga sosialisasi persuasif untuk mengurangi penggunaan plastik dalam transaksi jual beli di pasar.

Sosialisasi dan penanaman pemahaman itu diberikan kepada para lurah pasar dan paguyuban. "Sebetulnya bukan hanya kantong plastik yang disarankan untuk dikurangi penggunaannya. Melainkan juga konsumsi air mineral dalam botol plastik sekali pakai," kata dia.

Kepala DLH Kota Jogja, Suyana memaparkan kantong plastik ramah lingkungan atau kantong plastik organik yang rencananya akan digunakan Pemkot, sebenarnya sudah diproduksi massal. Namun, harganya memang masih jauh lebih mahal dibanding kantong plastik yang biasa digunakan saat berbelanja.

Menurut dia, kantong plastik yang saat ini kerap digunakan masyarakat untuk mewadahi barang belanja itu, disebut-sebut memiliki dampak negatif, misalnya saja munculnya mikroplastik.

"Kantong plastik ramah lingkungan atau organik terbuat dari ketela, mudah terurai dan tidak menimbulkan pencemaran. Bahkan jika dilarutkan dengan air, maka air tersebut bisa saja dikonsumsi," kata dia.

Namun demikian, kelebihan larut dalam air juga sekaligus menjadi kelemahan kantong plastik organik. Kelemahan lainnya, kantong tersebut tidak tahan panas. Sehingga, kantong plastik organik ini tidak bisa digunakan untuk membawa benda cair, basah, panas.

"Kami juga akan mencoba berkoordinasi dengan manajemen supermarket untuk tidak menyediakan kantong plastik. Sebagai alternatifnya menggunakan kotak kardus, kantong belanja atau kantong plastik organik," ujar dia.