Mahasiswa STIM YKPN Dibekali Ilmu Ekspor

Ketua STIM Bambang Susilo (kiri) bersama Kepala Kepala BB PPEI Noviani Vrisvintati (kanan) seusai menandatangani MoU di kampus STIM YKPN, Senin (18/3). - Ist/Dokumen STIM YKPN
18 Maret 2019 23:07 WIB Yudhi Kusdiyanto Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN Yogyakarta dan Balai Besar Pendidikan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan pelatihan tentang peningkatan pengetahuan ekspor.

Acara yang digelar di Kampus STIM YKPN Jl. Palagan Tentara Pelajar Km.07 Ngaglik, Sleman, Senin (18/3) dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Perdagangan, salah satunya Kepala BBPPEI, Noviani Vrisvintati.

Kesepakatan itu bertujuan agar para mahasiswa STIM YKPN dapat bersaing pada era globalisasi, di mana perdagangan luar negeri tidak bisa dibendung, sehingga para mahasiswa harus siap menghadapi mekanisme perdagangan antarnegara. “Mahasiswa harus dibekali pemahaman tentang riset fakta, pemasaran, prosedur ekspor serta sertifikasi barang untuk ekspor. Pada intinya mahasiswa harus mengerti tentang ekspor,” ujar Ketua Panitia, Nur Rochman, seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin.

Menurut Nur Rochman, mahasiswa yang mengikuti acara tersebut merupakan mahasiswa dari program studi manajemen jenjang S1. Acara rutin diadakan tiap tahun, dan gelombang dua dilakukan pada Juli 2019. “Kerja sama seperti ini sudah dilakukan selama sembilan tahun terhitung mulai 2010. Acara ini berlangsung 18 Maret– 20 maret dan pada 21 Maret diadakan uji kompetensi,” kata Nur Rochman.

Ketua STIM YKPN, Bambang Susilo, menyatakan banyak mahasiswa maupun UMKM binaan yang ingin bergabung dalam pelatihan. “Kegiatan seperti ini menjadi satu hal yang sangat menarik dan perlu dikerjakan bersama antara BBPPEI dan STIM YKPN. Untuk mahasiswa saya berharap semuanya bisa mengikuti pelatihan secara serius sampai ujian sertifikasi, karena sertifikat prosedur dan pelaksana ekspor itu penting sebagai pendamping ijazah,” kata Bambang.

Menurutnya, sejumlah alumni STIM YKPN mengatakan sangat membantu dengan sertifikat prosedur dan pelaksana ekspor ketika mencari pekerjaan, terutama di perusahaan yang bergerak di bidang ekspor.

Kepala BBPPEI, Noviani Vrisvintati, menyatakan acara pelatihan yang digelar sangat penting karena mahasiswa harus mempersiapkan segala sesuatu dengan matang. Menurutnya, mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal di bidang ekspor dan impor telah menjadi tugas dari Kementerian Perdagangan. Oleh karena itu, pelatihan dan MoU yang dijalin bersama STIM YKPN sangat penting.