Lahan Pertanian 5 Kecamatan di Kulonprogo Terendam Banjir

Sejumlah warga memanfaatkan genangan air di salah satu area persawahan Desa Panjatan, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo untuk memancing pada Selasa (19/3/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
20 Maret 2019 08:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo menyatakan banjir di Kulonprogo menimbulkan dampak terendamnya lahan pertanian. Data sementara hingga Selasa (19/3/2019) tercatat ada lima kecamatan yang lahan pertaniannya terendam banjir.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Tri Hidayatun mengatakan saat ini jawatannya masih mendata lahan pertanian mana saja yang terendam banjir. Pendataan ini telah berlangsung sejak Senin kemarin. "Kami masih mendata, kemungkinan selama tiga hari, jadi Rabu baru bisa diketahui berapa kerugiannya serta luasan yang terendam," kata Tri.

Tri menjelaskan, untuk data awal yang telah ia peroleh, lahan pertanian di lima kecamatan, yakni Kecamatan Lendah, Galur, Temon, Wates dan Panjatan turut terendam. Untuk Kecamatan Temon dan Wates, telah memasuki tahap menjelang panen. Dia berharap meski terendam, panen tetap bisa dilangsungkan mengingat genangan tidak terlalu tinggi.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Galur dan Lendah. Genangan air masih di bawah tanaman, sehingga tidak berpotensi merusak padi. Sedangkan untuk wilayah Panjatan, yang saat ini masih tahap persemaian, diakuinya cukup parah lantaran genangan air cukup tinggi. "Tapi nanti masih menunggu pendataan, besok kami kabari," kata Tri.