Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Sri Wahyuni, salah satu narasumber dari PT. Telkom saat menyampaikan materi dalam pelatihan Pemasaran dan Distribusi di Dinas Perdagangan Bantul, Selasa (26/3/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Setelah selesai menggelar pelatihan pengemasan produk, kini Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul melatih para pelaku usaha mikro kecil dan menengah untuk memasarkan produk mereka.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disdag Bantul Agus Riyadmadi, mengatakan pelatihan pemasaran yang digelar di Aula Disdag Bantul itu diikuti oleh 30 pelaku UMKM di Bantul. "Harapannya setelah ikut pelatihan, para pelaku UMKM tidak kebingungan lagi bagaimana cara memasarkan dan mendistribusikan sebuah produk yang dibuat," kata dia saat membuka Pelatihan Pemasaran dan Disdtribusi di Aula Dinas Perdagangan Bantul, Selasa (26/3/2019).
Agus mengatakan selama ini Dinas Perdagangan juga turut membantu mempromosikan produk UMKM melalui pameran yang digelar di daerah maupun luar daerah. Namun jika hanya mengandalkan promosi yang difasilitasi Disdag tentu tidak akan efektif. Butuh kreativitas masing-masing pelaku UMKM.
Karena itu dinasnya sengaja mengundang sejumlah narasumber ahli maupun pelaku usaha yang diangga sudah sukses memasarkan produknya dalam pelatihan tersebut. Selain itu sejumlah instansi juga digandeng untuk ikut membantu memasarkan produk UMKM Bantul.
Menurut dia, sebenarnya banyak perusahaan BUMN, BUMD, dan swasta yang memiliki program pembinaan UMKM melalui dana corporate social resonsiility (CSR). "Jadi diharapkan pelaku UMKM bisa membangun jejaring dengan banyak pihak untuk memperluas proses distribusi produk," kata Agus.
Selain Agus Riyadmadi dan Sri Purwanti, narasumber dalam pelatihan tersebut adalah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Agusta Ika Prihanti Nugraheni, dan Sri Wahyuni dari PT. Telkom.
Sri Purwanti, salah satu pelaku usaha sukses dari Bambanglipuro Bantul mengatakan bahwa kesuksesan tidak datang tiba-tiba melainkan melalui berbagai tahapan dan perjuangan. Sukses juga bukan warisan atau milik orang berpendidikan. "Siapapun bisa sukses asal mau memerjuangkannya, disilin, dan selalu bersyukur," kata dia.
Purwanti mengatakan banyak cara dalam mempromosikan produk. Tidak hanya melalui pameran, namun melalui media massa, media sosial, google place agar memudahkan orang menemukan tempat usaha, dan kartu nama. Sementara sistem pemasaran bisa dilakukan melalui penitipan di warung atau toko, membuka outlet, melalui reseller, berjualan secara online, hingga bekerja sama dengan biro wisata.
Tak hanya itu, untuk mengembangkan usaha, Purwanti menyarankan para pelaku UMKM menjalin komunikasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki program sesuai dengan kegiatan usaha yang sedang dijalankan. Pengusaha juga perlu bergabung dengan komunitas-komunitas bisnis sebagai ajang bertukar informasi.
"Bergabung di komunitas bisnis merupakan salah satu cara untuk mempromosikan dan memperluas jaringan pemasaran. Dapat saling bertukar informasi sesama anggota untuk kemajuan usaha," kata Purwanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 4 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA-Tugu dan Tugu-YIA, mulai pagi hingga malam.
PSS Sleman mematangkan skema set piece jelang menghadapi Bali United pada laga pembuka Super League 2026/2027, Jumat (4/9/2026).
Pengendara mobil mengaku nyaris menjadi korban dugaan modus ojol teriak maling di Jakarta Selatan dan memilih mencari pengamanan di Mall Kokas.
Indonesia U20 menang 3-0 atas Laos pada Kualifikasi Piala Asia U20 2027. Zahaby Gholy mencetak dua gol untuk membawa Garuda Muda memuncaki Grup H.
Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang mengubah batas omzet bebas pajak UMKM Rp500 juta sesuai kondisi ekonomi dan kebutuhan.