Disdikpora DIY Ingin SD Bisa USMBK

Siswa-siswa SDN Maguwoharjo I saat berada di salah satu sudut wahana Jogja Bay Waterpark, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman, Jumat (22/3/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
29 Maret 2019 07:47 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Disdikpora DIY berharap, ke depan, secara bertahap Sekolah Dasar di DIY bisa menggelar USM Berbasis Komputer.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Didik Wardaya mengungkapkan, Disdikpora memiliki pandangan demikian, karena melihat pelaksanaan UNBK di DIY sejauh ini tidak memiliki masalah berarti. Ia optimistis, permasalahan yang masih ada selama UNBK bisa diminimalisasi.

Pada UNBK jenjang SMA yang sudah berlangsung selama tiga hari ini, berjalan lancar dan tidak ada hambatan yang sifatnya sampai mengubah jadwal. Ia mengakui, ada sekolah yang pada hari pertama mengalami telat login. Dan membuat pelaksanaan UNBK mundur paling lama 15 menit.

"Kesalahan ada di pusat [server pusat]. Tetapi masalah dapat diatasi pada hari yang sama. Pada hari kedua tidak ada masalah, hanya ada enam siswa di SMK 1 Depok, Sleman mengalami gagal login karena kerusakan komputer, namun dapat diatasi dengan adanya komputer cadangan," ungkapnya, Kamis (28/3/2019).

Didik menyatakan, persoalan yang dialami pusat, disebabkan pada saat UNBK dilaksanakan, sistem yang ada di pusat mencakup sistem dari seluruh Indonesia. Menurut dia, tentu pemerintah pusat akan terus melakukan perbaikan seiring waktu, berkoordinasi dengan masing-masing pihak terkait.

"Seideal kami targetkan 100% tidak ada masalah, tapi kadangkala ada masalah, tapi masalah itu tidak merugikan siswa. Saya kira tahun-tahun ke depan, bahkan pekan depan ketika UNBK berlangsung di SMA, kemudian di SMP, sepertinya masalah itu bisa diminimalisasi," tuturnya.

Untuk siswa yang berada di lokasi bencana, siswa diklaim tetap dapat mengikuti UNBK. Karena sekolah sudah menyelamatkan perangkat komputer, begitu penanganan bencana dilakukan.

Terkait jumlah sesi pelaksanaan UNBK, sudah tak banyak sekolah yang melaksanakan UNBK sebanyak tiga sesi di DIY. Mayoritas sudah menerapkan dua sesi.

Ia berharap hasil UNBK meningkat tahun ke tahun, begitu juga tingkat kejujuran, yang selama ini tidak lagi diragukan. Pasalnya, UNBK memberikan kecil kesempatan untuk berindak tidak jujur. Apalagi, siswa sudah tidak lagi percaya terhadap hoaks yang beredar, perihal adanya kunci jawaban atau soal ujian.

"Mereka sudah lebih siap dan percaya diri dengan kemampuan diri sendiri," ucapnya.

Pada 2019, ada sebanyak 105.000 siswa di DIY mengikuti UNBK. Untuk SMP sebanyak 51.335 orang, SMA 23.000 dan SMK sebanyak 28.000 siswa.