Pengawas Sekolah Harus Pernah Jadi Kepsek

Ilustrasi kegiatan belajar mengajat di sekolah. - Harian Jogja/Sunartono
30 Maret 2019 15:27 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah kepala sekolah (kepsek) dan pengawas sekolah di DIY sepakat dengan rencana Kemendikbud yang menjadikan jabatan kepala sekolah dan pengawas sekolah merupakan pola karier. Mereka menilai pengawas sekolah harus pernah menjadi kepala sekolah.

Kepala SMP N 1 Nanggulan, Kulonprogo, Erni Etik Suyanti menilai selama ini masih ada pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang belum berdasarkan kinerja. Namun melalui seleksi yang terkadang kurang adil.

"Ada guru potensial, berdedikasi, berprestasi tetapi karena tidak ikut seleksi ya tidak bakalan jadi kepala sekolah. Sebaliknya ada guru yang biasa, bahkan tidak potensial, tetapi karena dia ikut seleksi, dia bisa  menjadi kepala," kata dia, Jumat (29/3/2019).

Ada beberapa alasan guru potensial tidak ikut seleksi. Mulai dari tidak percaya diri, sudah nyaman menjadi guru, tidak mau ambil risiko tugas dan tanggung jawab lebih.

"Begitu pun dengan pengawas. Banyak pengawas yang tidak diawali dengan jenjang kepsek. Guru langsung menjadi pengawas," kata dia.

Sehingga orang itu belum punya pengalaman langsung tentang manajerial sekolah. Hal ini menyebabkan sering terjadi miskomunikasi dengan kepala sekolah, saat melakukan pembinaan di sekolah. Padahal kepala sekolah mengalami dan melakukan langsung manajerial sekolahnya.

"Pengawas kalau tidak berlatar belakang, jadi kepala sekolah cenderung teoritis," kata dia.

Demikian juga yang disampaikan oleh Kepala SMA N 1 Girimulyo, Kulonprogo, Aris Suwasana. "Kepala sekolah menjadi jenjang karier sangat memungkinkan bilamana memiliki rekam jejak yang baik dan berprestasi," ungkapnya.

Kepala SMKN 2 Depok, Sleman Agus Waluyo menyatakan secara prinsip memang kepala sekolah merupakan sebuah jenjang karier. Pasalnya, untuk memotivasi guru-guru tentu memerlukan penjenjangan karier. Terutama bagi guru-guru berprestasi, guru-guru yang memilliki inovasi tinggi.

"Mereka perlu diberikan apresiasi dan salah satunya dengan pembinaan karier. Tentu syarat dan ketentuan tetap berlaku, artinya proses seleksi dan diklat sesuai regulasi Kemendikbud," kata dia.

Pengawas berasal dari kepala sekolah juga merupakan hal yang baik, karena menurut dia, sudah seharusnya pengawas memiliki pengalaman manajemen sekolah. Sehingga bisa memberikan saran dan masukan kepada kepala sekolah. 

"Meskipun belum tentu sama dengan pengalaman selama ia menjadi kepala sekolah atau kasuistik, tetapi paling tidak pengawas yang pernah menjadi kepala itu punya referensi," ucapnya.

Kepala SMPN 9 Jogja, Sugiharjo menyatakan pengawas sekolah sebaiknya berlatar belakang kepala sekolah agar dalam memberikan pembinaan lebih efektif. "Pengalaman adalah guru yang terbaik. Kepsek yang berhasil dalam memanajemen sekolah sangat layak untuk diangkat jadi pengawas," kata dia.

Ia menambahkan karier tertinggi seorang guru adalah menjadi seorang pengawas sekolah. Alangkah lebih baik jika melewati jejang kepala sekolah terlebih dahulu.

"Jika memang diperlukan ya minimal guru tersebut pernah menjabat wakil kepala sekolah," tuturnya.

Pengawas SMK Kota Jogja Rustamaji menuturkan pengawas sekolah berawal dari kepala sekolah yang berprestasi. Oleh karena itu, ketika ada di sekolah, seorang kepala sekolah harus menjadi pendorong, pemantik prestasi dan memiliki pola manajemen yang proaktif dengan kemajuan pendidikan di sekolah.

"Pengalaman saya menjadi kepala sekolah, pasti bermanfaat ketika saya menjadi pengawas sekolah," ujarnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof.Muhadjir Effendy mengatakan saat ini Kemendikbud tengah melakukan proses perubahan peran dan fungsi pengawas sekolah dan kepala sekolah. Ke depan jabatan kepala sekolah dan pengawas sekolah merupakan pola karier.

"Guru bila bagus bisa jadi kepala sekolah, kepala sekolah bila bagus bisa jadi pengawas," kata dia.