Advertisement
Petani di Bantul Ini Keluhkan Wereng, Ini yang Diharapkan dari Pemerintah…
Surjati menunjukkan serangan wereng di lahannya yang berlokasi di Karanggayang, Piyungan, Bantul pada Senin (8/4/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim (ST16).
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL –Wereng menjadi persoalan yang terus menghantui para petani. Petani harus merugi, karena sudah mengeluarkan modal material dan tenaga untuk mengolah sawah, namun hasil panen tidak sesuai harapan.
Kenyataan itu dialami banyak petani di Bantul, salah satunya Surjati di Karanggayam, Piyungan, Bantul. Ia sangat mengeluhkan serangan hama wereng yang membuat hasil panen di lahan yang digarapnya tidak tidak sesuai harapan.
Advertisement
Ia tak dapat memperkirakan lagi berapa jumlah kerugian yang diderita dari lahan yang ia Tanami padi seluas 2.000 meter persegi. Padi-padi tersebut tidak bisa tumbuh subur, bulir-bulirnya cenderung tak dapat berisi beras pada umumnya.
“Untuk panen tahun in saja sawah saya yang berukuran 2.000 meter cuma bisa panen sekitar 27 kilogram, sisanya ya dimakan wereng. Bisanya kalau nggak dimakan wereng ya bisa lebih, berlipat-lipat,” kata Surjati ketika ditemui Harian Jogja pada Senin (8/4/2019).
Ia menambahkan, wereng memang kerap menyerang lahannya serta sejumlah lahan petani lainnya yang masih satu kawasan. Hampir sebagian besar petani di kawasan itu kesulitan membasmi jenis wereng tersebut. Surjati pun sudah sering menyemprotkan pestisida ke lahannya, namun wereng tak kunjung hilang.
Surjati sangat berharap kepada pemerintah membantu mengatasi persoalan tersebut. “Tiap tahun memang langganan diserang dan itu tiap tahun saya merugi terus. Soalnya wereng kan bisa masuk ke dalam padi. Ya saya harap pemerintah bisa turun tangan langsung untuk membantu, supaya masalah wereng ini bisa diatasi. Saya capek rugi terus, sudah disemprot pestisida juga masih datang lagi werengnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menbud Tetapkan 5 Desa Penerima Apresiasi Desa Budaya 2025
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Logistik Permakanan BPBD Sleman Habis, Pengadaan Tunggu Instruksi
- Mayoritas Pengusaha Muda Binaan Pemkot Jogja Belum Stabil
- DPKP DIY Gelar Gerakan Pangan Murah di Delapan Titik hingga Maret 2026
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 8 Februari 2026
- Cek Jadwal Operasional KRL Solo-Jogja Hari Ini, Minggu 8 Februari 2026
Advertisement
Advertisement



