Macan Kumbang Masuk Permukiman di Batang, BKSDA Tambah Kamera Trap
Macan kumbang turun ke permukiman Batang. BKSDA Jateng mempertimbangkan penambahan kamera trap dan pemasangan rambu-rambu.
Ilustrasi Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis, Dwi Martuti Rahayu, menunjukkan proses produksi cokelat di dapur produksi miliknya di Dusun Salakmalang, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Rabu (13/2/2019).-Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA—Cokelat menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan. Saat ini bermunculan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di berbagai wilayah di DIY.
Bahkan produksi cokelat ini menjadi salah satu pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Pemasaran cokelat sebagai salah satu produk UMKM ini diangkat dalam diskusi yang menghadirkan anak muda milenila bertajuk Ayo Cintai Produk Sendiri, di Kota Jogja, Sabtu (13/4/2019).
Anggota Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan dalam berbagai kunjungannya ke berbagai lokasi di DIY, ia melihat besarnya potensi UMKM produsen cokelat yang banyak digawangi masyarakat desa. Produsen cokelat seperti di Kulonprogo, Gunungkidul, Kota Jogja dan lainnya, terbukti mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kami berkomitmen bahwa produk UMKM ini harus lebih dikenal. Banyak produk cokelat ini, salah satunya seperti olahan coklat Makaryo ini terbuat dari gula semut sangat disukai oleh anak muda,” kata Eko dalam rilisnya.
Eko mendorong pentingnya melakukan pemasaran dengan sistem digital. Sehingga ke depan UMKM cokelat bisa berkembang dengan tidak hanya menyasar penjualan lokal saja, namun bisa meluas, apalagi sebentar lagi akan beroperasi bandara baru di Kulonprogo.
"Dengan optimalisasi pemanfaatan IT sehingga bisa tingkatkan produksinya, efisiensi dan promosi produk ekonomi kreatif dan UMKM. Pemasaran berbasis digital harus dilakukan,” ucapnya.
Jogja Local Guide Agus Muhammad Zainul Farkhan yang hadir dalam diskusi itu memberikan tips bagi peserta agar bisa memaksimalkan alat komunikasi yang dimiliki untuk membuat konten kreatif.
"Anak muda tentu suka dengan hal yang kreatif, yang unik. Ada banyak ragam paltform aplikasi untuk promosikan produk. Ada cokelat buatan perajin ini terbuat juga dari gula semut. Kita harapkan produk lokal ini nanti juga jadi ikon oleh-oleh di pusat keramaian atau pusat wisata atau setelah NYIA di Kulonprogo beroperasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Macan kumbang turun ke permukiman Batang. BKSDA Jateng mempertimbangkan penambahan kamera trap dan pemasangan rambu-rambu.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.