Bandara Baru, Pemkab dan Pemkot Harus Siap

Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. - Ist/ Dok AP I
16 April 2019 07:07 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Bappeda DIY berharap agar pemkab dan pemkot mempersiapkan diri menghadapi beroperasinya bandara internasional di Kulonprogo. Jika tidak, maka masyarakat Jogja hanya akan menjadi penonton.

Kepala Bappeda DIY Budi Wibowo mengatakan pemkab maupun Pemkot harus segera menata kawasan menghadapi operasional bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Jika tidak siap menghadapi operasional bandara dan pertumbuhan aeropolis ada sejumlah persoalan yang dihadapi.

"Saat ini sudah waktunya pemkab/pemkot harus siap menghadapi operasional bandara. Kalau tidak siap Jogja bisa ketinggalan bahkan menjadi wilayah kumuh," katanya, Senin (15/4/2019).

Saat ini, katanya, banyak investor yang sudah siap masuk. Pertamina dengan konsorsiumnya, bahkan Capital Singapore dengan konsorsiumnya juga siap masuk. Saat ini, penataan RDTR/RDTRK di Kulonprogo dilakukan langsung oleh pusat.

"Konsep Aeropolis itu harus ditata, kalau tidak siap kita ketinggalan. Kementerian ATR sudah mendesain RDTRK agar tertata betul. Denfer jangan hanya enam kilometer, radius sampai 30 kilometer," katanya.

Di sisi lain, jual beli tanah sudah masih terjadi agar kawasan DIY tidak kumuh. Maksimal 2020 sudah selesai RDTR/RDTRK di masing-masing kabupaten. "Kota Jogja juga harus berbenah. Sebab belum ada konsep pembangunan untuk kepentingan Milenial tidak disiapkan bisa menjadi masalah. Misalnya apartemen untuk kalangan Milenial," katanya.

Dia menilai belum ada walking space yang sesuai dengan karakter kaum milenial. Konsep Aeropolis yang dilakukan di Kulonprogo berbeda dengan Kualanamu. Makanya di dalam perencanaan Aeropolis juga melibatkan kalangan Milenial. "Kalau 2021 danais dananya sudah tidak dialokasikan untuk JJLS, bisa saja digunakan untuk persiapan pembangunan pendukung," katanya.