Ratusan Anggota Komunitas dan Satgas Antinarkoba Gelar Aksi Bersih-Bersih di Malioboro

Peserta kegiatan "Jogja Resik" di Jalan Malioboro, Minggu (21/4 - 2019). Ist/ Dok BNN Kota Jogja
21 April 2019 15:47 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Memeringati Hari Lingkungan Hidup, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jogja mengadakan kegiatan Insert Konten, yang bekerja sama dengan PAC INSTAGAS dalam kegiatan "Jogja Resik".

Kegiatan yang berlangsung Minggu (21/4/2019) mulai pukul 07.00 sampai 13.00. ini diikuti oleh lebih dari 800 orang anggota komunitas-komunitas di Jogja dan 35 Satgas Anti Narkoba tingkat sekolah yang ada di Jogja.

Mereka melakukan aksi bersih-bersih di Titik Nol Kilometer Malioboro sampai Jalan Margo Utomo (Mangkubumi) Jogja.

Hensen, Staf P2M BNN Kota Jogja menjelaskan kegiatan ini didahului dengan pemaparan materi oleh narasumber kepada peserta kegiatan. Selanjutnya, mereka juga melakuka Deklarasi Jogja Resik Narkoba.

Melalui kegiatan ini, katanya, BNN ingin memberikan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba. "Kami juga ingin mendekatkan dan mengenalkan BNNK Jogja kepada masyarakat umum," katanya, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (21/4/2019).

Adapun tujuan akhir dari kegiatan ini, lanjutnya, mewujudkan Jogja Istimewa Resik Narkoba.

Ia menambahkan kondisi penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Jogja cukup memprihatinkan. Berdasarkan rilis data ungkap kasus Narkoba Polda DIY, data kasus Narkotika di wilayah Polresta Jogja berada di posisi tertinggi diantara 4 kabupaten lain yaitu sebanyak 150 kasus, diikuti Polres Sleman (101 kasus), Polres Bantul (80 kasus), Polres Kulonprogo (53 kasus), dan Polres Gunungkidul (46 kasus).

"Kondisi tersebut membutuhkan beberapa langkah strategis dalam upaya penanganannya," pungkasnya.