Saluran Irigasi Bendung Pekik Jamal Kulonprogo Bakal Ditutup Sementara

Ilustrasi irigasi - Harian Jogja/Uli Febriarni
21 April 2019 23:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES—Saluran irigasi Bendung Pekik Jamal yang terletak di perbatasan Desa Ngestiharjo, Kecamatan Wates dan Desa Bojong, Kecamatan Panjatan akan ditutup pada pertengahan Juni sampai akhir Juli tahun ini. Penutupan dilakukan untuk mempercepat proses perbaikan tanggul di sepanjang Sungai Serang, terutama di bagian hulu.

Kasi Konservasi Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Kuntarso mengatakan proses perbaikan hulu Pekik Jamal membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan. Maka dari itu irigasi perlu ditutup agar tidak mengganggu pekerjaan. Dia meyakinkan kontraktor yang ditugaskan dalam pekerjaan ini akan bekerja keras menyelesaikan seluruh proyek, termasuk perbaikan tangggul.

Selain itu juga normalisasi Sungai Serang dengan pemasangan bronjong di hulu bendung. Proyek ini lanjutnya dilakukan dalam tahun jamak dan akan berakhir tahun ini. "Jadi pihak kontraktor akan menangani secepatnya," kata Kuntarso, Sabtu (20/4/2019).

Meski saluran irigasi ditutup, Kuntarso memastikan tidak akan mengganggu masa tanam padi yang membutuhkan air dari irigasi tersebut. Sebab, area sawah seluas 1.087 hektar di sekitar Pekik Jamal telah memasuki masa tanam (MT) pertama I golongan II, sejak awal April. Petani akan melakukan tanam kembali di awal Agustus.

Sebelum memasuki tahap penutupan, DPUPKP lanjutnya juga telah mengadakan pertemuan sekaligus rapat dengan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Pekik Jamal yang diikuti semua ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Hasilnya, petani setuju dan irigasi bisa ditutup sementara. "Saat ini, ketersediaan air cukup hingga pertengahan Juni nanti," ujarnya.

Area Lain

Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono mengatakan program normalisasi sungai di Kulonprogo jangan hanya berfokus di Sungai Serang. Menurutnya, sungai seperti Kali Pening, Kali Ngremang, Kalipeni, Kaliseling dan Kali Sindutan juga perlu dinormalisasi. Sungai-sungai tersebut lanjutnya harus bersih dari tanamam seperti enceng gondok yang dapat menghambat aliran air.

Dia mengatakan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) sejatinya sudah melakukan normalisasi. Namun tidak sampai ke hilir. Maka dari itu Pemkab perlu mengadakan komunikasi di bidang pengairan dengan BBWSSO.

"Karena Pemerintah Kabupaten lebih memahami kondisi di lapangan," ujarnya.

Selain normalisasi, lanjutnya, pembuatan bendungan dan embung di wilayah Kulonprogo sisi utara yang merupakan area hulu sungai juga diperlukan. Sebab keberadaan bendungan dan embung mampu menampung serta mengendalikan air sehingga tidak langsung meluncur ke hilir. Hal ini diharapkan bisa segera ditindaklanjuti pemerintah, sehingga banjir akibat luapan air sungai tidak lagi terjadi.