BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudi Prabowo (dua dari kiri) saat menunjukan barang bukti pembobolan rumah kosong di Mapolres Bantul, Senin (22/4/2019). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Tiga pelaku pencurian yang menyasar rumah-rumah kosong ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul. Ketiganya adalah AL (Latif), 21 dan AD (Adit), 21, keduanya warga Pangandaran, Jawa Barat, dan satu tersangka lagi berinisial MS, 16, warga Cilacap, Jawa Tengah. Mereka ditangkap di sebuah indekos yang disewa Latif di wilayah Jetis, Jogja.
"Sebenarnya pelaku ada empat orang, tapi satu orang lagi atas nama JK [Joko] masih kami cari, kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudi Prabowo, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (22/4/2019).
Rudi mengatakan terbongkarnya kasus pencurian di rumah kosong atau rumah yang ditinggal penghuninya itu berdasarkan laporan Purnomo, 68, yang rumahnya kebobolan pada 2 April lalu di Klangon, Argosari, Sedayu. Saat itu korban kaget melihat rumahnya sudah terbuka. Emas 25 gram, dua buah telepon selular yang disimpan di kamar juga raib.
Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku mengarah kepada tiga tersangka yang belum lama tinggal di Jogja. Dalam pemeriksaan, kata Rudi, tersangka sebelumnya sudah mengincar rumah korban pada siang dan sore hari dengan berpura-pura membeli gunting dan ritsleting. Mereka mengamati
situasi sekitar sebelum beraksi.
Malam harinya para tersangka membobol rumah tersebut saat ditinggal pergi oleh korban, Dua orang yang masuk ke dalam rumah dengan dengan cara menjugil pintu dengan obeng itu AL dan AD kemudian mengambil emas sebesar 35 gram, dua HP dan uang tunai Rp100.000. Sementara MS dan J sebagai joki menunggu di motor, kata Rudi. Setelah itu para tersangka melarikan diri.
Menurut Rudi, para tersangka diduga tidak hanya baru sekali mencuri, melainkan sudah melakukan aksi yang sama di beberapa lokasi. Bukan hanya di DIY, namun juga di daerah lain, salah satunya di wilayah Kebumen, Jawa Tengah. Di Kebumen mereka juga membobol rumah kosong saat perjalanan ke Jogja. Bahkan salah satu tersangka AL pernah mendekam di penjara selama enam bulan karena kasus pencurian pada 2016 lalu. Saat ini polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut.
Sementara itu AL mengaku baru tiga kali melakukan pencurian di rumah kosong. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai Event Organizer berdalih melakukan aksinya karena diajak oleh MS dan J yang kini masih buron, Saya hanya diajak, ungkap dia. Sementara uang barang curian di rumah bordir seperti emas dan telepon selular, SL mengaku sudah dijual dan uangnya digunakan untuk makan dan membayar biaya sewa indekos.
Akibat perbuatannya, ketiga tersangka terancam hukuman penjara tujuh tahun sesuai Pasal 363 KUHP tentang Pencurian Dengan Pemberatan. Selain menangkap tiga tersangka, polisi juga menyita dua buah obeng yang digunakan untuk membobol dan satu unit sepeda motor Vario D 3688 UCN. Polisi juga masih memburu JK ke wilayah Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
DPC PDIP Kota Jogja menggelar kaderisasi bagi 64 peserta di Kaliurang untuk memperkuat ideologi, disiplin, dan komitmen memperjuangkan rakyat.
Bulog Banyumas menyalurkan 31.904,3 ton beras SPHP sepanjang 2026. Stok beras di gudang mencapai 61.000 ton untuk menjaga stabilitas harga.
Turnamen 9-Ball Rex Biliar di Sleman diikuti 64 peserta dari DIY untuk mengasah kemampuan dan mendukung regenerasi atlet menuju Porda 2027.
Kapolri mengungkap laboratorium sabu seberat 1,2 ton di Pidie, Aceh, diduga dikendalikan ahli kimia dari jaringan internasional. Sebanyak 11 orang ditangkap.
BPS melakukan ubinan palawija di Sleman untuk mengukur produktivitas jagung, kacang-kacangan, dan ubi jalar sebagai dasar penghitungan estimasi produksi pertani