Petinggi PPP Akui Perolehan Suara Pileg 2019 di DIY Jeblok karena Krisis Internal

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Senin, 29 April 2019 06:57 WIB
Petinggi PPP Akui Perolehan Suara Pileg 2019 di DIY Jeblok karena Krisis Internal

Ilustrasi. /Bisnis-Dwi Prasetya

Harianjogja.com, JOGJA- Petinggi PPP di Jogja mengakui, krisis internal partai menyebabkan perolehan suara partai berlambang kakbah itu jeblok pada Pemilu 2019.

Berdasarkan data real count atau hitung nyata pemilu yang masuk hingga Minggu (28/4/2019), dari 11.781 TPS baru 1.328 TPS (11,2%) total suara yang masuk ke Rekapitulasi KPU RI. Dari jumlah tersebut, raihan suara PDIP mencapai 30,93%, disusul PAN dengan 14,02%, PKS (9,96%), PKB (8,89%), Gerindra (8,64%), Golkar (8,3%) dan Partai Nasdem (7,39%).

Sementara PPP, meski perolehan suara sementara yang masuk sebesar 1,71% di KPU namun memastikan masih mendapat kursi di DPRD DIY. Dari sejumlah caleg yang dipasang dan memperoleh suara terbanyak, ada satu caleg di DPRD Sleman yang merupakan pendatang baru.

"Perolehan kursi (DPRD DIY) antara 1-2 kursi itu perolehan suara di internal. Untuk (DPRD) Bantul antara 3-4 kursi, Kota 1-2 kursi, Kulonprogo 1 kursi dan Sleman antara 3-4 kursi juga. Untuk Gunungkidul nol," kata Ketua DPW PPP DIY Amin Zakaria, Minggu malam.

Diakuinya, ada penurunan jumlah suara yang dialami PPP pada Pemilu 2019 ini. Kondisi tersebut lebih disebabkan karena masalah di internal, di mana mesin politik selama pelaksanaan pemilu tidak bisa berjalan secara optimal.

"Oleh karenanya, pada pemilu tahun ini upaya kami untuk mengisi satu kursi di DPR RI sudah tidak memungkinkan lagi," jawab Amin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online