Belasan Wajah Baru Bakal Mengisi Kursi DPRD Kulonprogo

Ilustrasi DPRD
02 Mei 2019 06:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Setelah rekapitulasi tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo rampung, tiap parpol kian mematangkan posisinya. Nama-nama baru pun bermunculan menduduki kursi di DPRD Kulonprogo.

Ketua DPD Partai Nasdem Kulonprogo, Mulyono memastikan, partainya masih mendapat jatah kursi DPRD Kulonprogo untuk periode 2019-2024. "Sebelumnya [periode 2014-2019] juga sama, kami dapat jatah satu kursi. Tapi kini diisi orang baru, dan kami dapat di dapil yang berbeda," ujarnya pada Harian Jogja, Selasa (30/4/2019).

Ia menjelaskan, dulu di Pemilu sebelumnya, ia mendapatkan kursi di Dapil III untuk wilayah Kecamatan Kalibawang, Samigaluh, dan Girimulyo. Untuk jatah kursi di periode lalu diisi oleh Siti Ismiyatun.

"Kini kursi Nasdem di DPRD Kulonprogo diisi Pak Nasib Wardoyo, dari dapil I [Wates, Panjatan, dan Temon]," kata Mulyono. Nasdem kalah di dapil III dan jatah kursi yang pada periode sebelumnya didapatkan kini digeser oleh PDIP yang mendapat tambahan satu kursi.

Mulyono mengatakan, di Pemilu tahun ini, targetnya pun sebenarnya tidak muluk-muluk. "Di awal sih kalau bisa bertambah, tapi realistis saja, kita minimal bisa bertahan satu kursi," ungkapnya.

Nasib Nasdem relatif lebih mujur dibanding parpol lainnya yang harus tergeser tidak dapat satu kursi pun. Demokrat, PPP, dan Hanura di gelaran Pemilu tahun ini tidak dapat satu pun kursi. Berbeda dengan periode sebelumnya yang masing-masing mendapat kursi.

Ketiga parpol tersebut tergeser dan kini kursinya pun berpindah ke parpol lain, salah satunya ke PDIP. Bendahara DPC PDIP Kulonprogo, Akhid Nuryati mengatakan, tahun ini raihan jumlah kursi dibanding Pemilu lalu bertambah. Pada periode 2014-2019 PDIP mendapat jumlah delapan kursi.

"Kini sudah dipastikan kita dapat 12 kursi," ujar Akhid pada Harian Jogja, Selasa (30/4/2019).

Ia menjelaskan, ada tujuh caleg baru yang berhasil masuk di Pemilu tahun ini. Mereka antara lain, Ida Ristanti, Pancar Topodriyo, Septi Nur Anggraeni, Istana, Dwi Nugraha Santosa, Tukijan, dan Muji Harsa.

"Untuk dapil saya [dapil I] memang raihannya berkurang, sebelumnya dapat empat kursi sekarang tiga kursi karena jatah kursi untuk satu dapil di Pemilu ini ada pergeseran. Tapi raihan kursinya jadi pindah ke dapil lain. Minimal satu dapil dapat dua kursi," jelas Akhid.

Menurut Akhid, salah satu faktor suara PDIP bisa sampai melonjak karena yaitu karena pilpres. Ia menganggap, selain juga mesin politik parpol yang bergerak, adanya sosok capres yang diusung PDIP membuat parpolnya juga terdongkrak.

 Begitu juga dengan Gerindra yang melonjak, dari sebelumnya mendapatkan lima kursi, kini mendapat enam kursi. PAN yang tahun lalu mendapatkan tujuh kursi, kini menurun dan hanya mendapat enam kursi.

"Kami dapat enam kursi untuk tahun ini, kami sudah memperkirakan sebelumnya akan ada penurunan," ujar Ketua DPD PAN Kulonprogo, Ponimin Budi Hartono pada Selasa. Raihan kursi di Dapil II PAN untuk Pengasih dan Kokap pada Pemilu tahun ini bergeser ke PDIP.

Total ada 17 caleg baru yang akan menempati kursi di DPRD Kulonprogo di tahun ini, sisanya merupakan caleg inkamben. Dalam Pemilu tahun ini, ada 34 anggota DPRD Kulonprogo periode 2014-2019 yang maju lagi sebagai caleg untuk periode 2019-2024. Lalu lima orang lainnya maju ke tingkat DPRD DIY, satu orang lainnya memilih tidak mencalonkan lagi.

Dapil V untuk wilayah Kecamatan Galur dan Lendah merupakan dapil yang paling banyak dihiasi wajah baru. Praktis, hanya Priyo Santoso, petahana dari PAN yang tetap bertahan di dapil tersebut.