Wow, Partisipasi Pemilih di Kecamatan Lendah Jadi Yang Tertinggi

Ilustrasi. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
02 Mei 2019 11:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Partisipasi masyarakat untuk memilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kulonprogo meningkat. Persentasenya mencapai 86,49%. Jumlah ini naik dibandingkan Pemilu 2014 sekitar 75%.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonrogo, Ibah Muthiah mengatakan partisipasi tertinggi di tingkat kecamatan diperoleh Kecamatan Lendah dengan persentase pemilih mencapai 88,88%. Setiap TPS di kecamatan tersebut memiliki partisipasi masyarakat antara 86% hingga 90%. Sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Kokap sebesar 83,93%.

"Meski paling rendah, itu sudah di atas target DIY yakni 82 persen," kata Ibah, Kamis (2/5/2019).

Ibah mengatakan tingkat partisipasi masyarakat di Kecamatan Kokap dan wilayah perbukitan Menoreh memang selalu rendah dibandingkan kecamatan lain di Kulonprogo sisi selatan. Baik itu untuk gelaran Pilpres, Pileg, maupun Pilkada. Hal ini disebabkan letak geografis wilayah yang dipenuhi bukit. Walhasil banyak masyarakat enggan mencoblos.

Agar kondisi ini tidak berlanjut, KPU berencana melakukan sosialisasi yang lebih intens di Kecamatan Kokap dan beberapa wilayah di Perbukitan Menoreh. Sosialisasi akan dikemas dengan hiburan musik guna menjaring pemilih milenial. "Seperti kemarin kami juga adakan pertunjukan musik yang sasarannya pemilih muda," katanya.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kulonprogo Tri Mulatsih mengatakan partisipasi masyarakat Kulonprogo dalam pemilu tahun ini merupakan yang tertinggi dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Meski jumlah calon dan kertas suara jauh lebih banyak, ternyata masyarakat tetap semangat menggunakan hak pilihnya.

"Ke depan, kami akan lebih meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat supaya tingkat partisipasi juga meningkat," katanya.

Rekapitulasi Usai

KPU Kulonprogo sebelumnya telah menyelesaikan rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kabupaten pada Senin (29/4/2019). Proses ini dilakukan di Gedung Taman Budaya, Kecamatan Pengasih.

Dalam pelaksanaannya, KPU Kulonrogo merekap perolehan suara partai politik di tingkat kabupaten sampai PPWP dan surat keputusan terkait perolehan suara peringkat DPRD kabupaten.

Ketua KPU Kulonrogo, Ibah Muthiah menerangkan setelah rekapitulasi di tingkat kabupaten selesai, hasilnya langsung dikirim ke KPU DIY dengan dikawal Kepolisian dan TNI. "Untuk DIY, proses rekap dilakukan pada 7-9 Mei, sedangkan jadwal nasional 22 Mei. Baru setelah itu penetapan calon terpilih," ujarnya.

Adapun untuk siapa saja yang dinyatakan lolos dalam Pemilu 2019, Ibah belum bersedia membeberkan. Sebab harus menunggu keputusan KPU RI pada akhir Mei nanti.

Kordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Sengketa Badan Pengawas Pemilu Kulonprogo, Panggih Widodo mengatakan meski tahapan rekap tingkat kabupaten sudah selesai, ada sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian, yakni soal perbaikan dalam proses pembuatan berita acara.

Dia menjelaskan di data pemilih terdapat beberapa kesalahan dalam mengutip DPT dan DPTb. Ada pula salah dalam memasukkan DPK, juga data pengguna hak pilih DPT, DPTb maupun DPK. Namun demikian hal ini sudah langsung diperbaiki.

"Kita usulkan kemarin untuk diperbaiki dan sudah dilakukan. Untuk perolehan suara parpol, calon, atau paslon hampir tidak ada perubahan dari rekap yang dilakukan di tingkat kecamatan," ucapnya.