Ini yang Dirasakan Pilot Saat Mendaratkan Pesawat Komersial Pertama di Bandara Internasional Yogyakarta

Pendaratan Citilink di Bandara Internasional Yogyakarta, Kamis (2/5/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
02 Mei 2019 22:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONOPROGO—Pesawat Citilink untuk pertama kalinya mendarat di landasan pacu Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Kamis (2/5/2019). Ini adalah pendaratan uji coba sebelum bandara di Kulonprogo tersebut beroperasi perdana pada Senin (6/5) mendatang.

Maskapai penerbangan yang khas dengan warna hijau itu mendaratkan pesawat jenis Airbus A320 bernomor penerbangan CTV3361 atau QG3361. Pesawat yang ditumpangi 14 orang terdiri dari pramugari, perwakilan Kementerian Perhubungan, serta dua orang kapten pilot Agus Setiono dan Teguh Kristiono itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta sekitar pukul 11.00 WIB. Kru pesawat berhasil mendarat di YIA tepat pukul 12.00 WIB.

“Dari Jakarta [Soetta] sampai sini [YIA] tadi sekitar satu jam, kalau di udara berkisar 50 menit,” kata Agus Setiono benerapa saat setelah pendaratan di Terminal YIA kepada awak media, Kamis siang.

Agus menuturkan, selama proses penerbangan hingga pendarataan tidak mengalami kendala. Semua berjalan lancar. Namun terdapat crosswind di YIA, yang mempengaruhi arah pesawat. Namun demikian, tidak menjadi masalah, sebab  kecepatan angin tidak terlalu besar, sehingga aerodinamika pesawat tetap terjaga.

Crosswind dari arah laut cukup kencang, tapi tidak terlalu berpengaruh, tadi juga pendaratan cukup mulus karena memang landasan pacu di sini sangat panjang sehingga tak terlalu banyak ngerem,” ujarnya.

Co-pilot pesawat, Teguh Kristiono mengatakan sebelum mendarat, pesawat terlebih dulu melakukan flight procedure (IFP) yang telah disusun AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta. IFP dilakukan sebagai prosedur standar untuk rute terbang pesawat baik setelah lepas landas, holding, maupun pendaratan. Di samping itu juga sebagai prosedur proving flight mulai dari overhead ke check point berkode GUDEG, holding, baru kemudian approaching. “Karena ini proving flight [penerbangan uji coba] kami ingin mencoba semua profil lengkapnya,” ucapnya.

Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager YIA, PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama mengatakan proving flight dinyatakan sukses. Setelah ini, Citilink akan mulai beroperasi secara komersial di YIA pada 6 Mei 2019. Maskapai tersebut akan beroperasi rutin setiap hari dengan rute Halim Perdanakusuma, Jakarta-YIA dan sebaliknya.

“Jadwalnya sekitar pukul 12.20, setelah ini pada 10 Mei juga rencananya akan disusul Lion Air dan Batik Air, tapi masih menunggu izin dari Kemenhub,” kata pria yang juga menjabat sebagai General Manager Adisucipto tersebut.

Sebelum pendaratan pesawat dilakukan, Komisi IV DPR RI, melakukan kunjungan ke YIA, Kamis pagi. Wakil ketua Komisi VI, Aria Bima menyatakan komisinya siap mendukung penuh keberadan bandara di Kulonprogo tersebut.

Menurutnya, YIA memiliki peran strategis untuk pengembangan pariwisata di kawasan Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar).  Dengan adanya  bandara ini, aspek konektivitas bisa terselesaikan dengan baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.

“YIA harus menjadi ikon dari konektivitas Joglosemar, untuk pengembangan wilayah di Jateng dan DIY,” kata Aria.

Dia mengatakan Komisi VI, siap mendukung untuk dari sisi fasilitasi dan komunikasi guna perbaikan infrastruktur penujang YIA. Bandara ini lanjutnya perlu mendapat dukungan anggaran di luar kewenangan AP1.

“Pemerintah bisa memberikan dukungan infrastruktur baik akses jalur kereta atupun jalan. Harapannya nanti akan ada ketersediaan akses transportasi, agar lebih mudah dijangkau tidak seperti dari bandara Kertajati,” ujarnya.