Advertisement

SD Moemilta Gelar Pelatihan Menghafal Alquran Metode Tikrar

Sunartono
Senin, 13 Mei 2019 - 13:47 WIB
Sunartono
SD Moemilta Gelar Pelatihan Menghafal Alquran Metode Tikrar Kegiatan pelatihan menghafal Alquran di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY yang digelar SD Moemilta, Sabtu (11/5/2019). - Ist/Moemilta.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—SD Muhammadiyah Miliran Kota Jogja (Moemilta) menggelar pelatihan menghafal Alquran di  Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Sabtu (11/5/2019). Kegiatan itu diikuti ratusan peserta, baik siswa dan orang tua serta masyarakat umum.

Kepala SD Moemilta Ani Sulistyaningsih menjelaskan, pelatihan metode menghafal Alquran merupakan bagian dari program Ramadan di sekolahnya. Apalagi, sekolahnya memiliki program plus yang secara khusus memberikan bimbingan hafalan Alquran kepada siswa. Sehingga kegiatan hafalan lebih banyak digelar.

“Selain itu kami ingin memberikan manfaat bagi masyarakat, pelatihan ini tidak hanya untuk siswa kami tetapi juga masyarakat umum, ada orang tua siswa dan guru dari luar sekolah kami,” kata  Ani dalam rilisnya, Minggu (12/5/2019).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Ia mengatakan kegiatan itu digelar secara gratis dengan jumlah peserta sekitar 110 orang baik dari kalangan anak dan orang tua. Adapun durasi pelatihan digelar sekitar tiga jam dengan didampingi langsung oleh ahli hafalan metode tikrar.  “Alhamdulillah respons peserta sangat baik, mereka antusias mengikuti sampai selesai. Selain siswa, ada orangtua banyak yang ikut,” katanya.

Trainer Syaamil Quran Ustaz Ari Priyatno mengatakan metode menghafal dengn cara tikrar sering disebut dengan metode yang paling mudah. Sudah banyak yang menerapkan metode ini dan berhasil menghafalan karena sudah teruji. Metode ini ditunjang dengan mushaf Alquran tikrar yang sudah memiliki berbagai macam tanda yang berfungsi membantu para penghafal.

Di mana mushaf tersebut ada kata kunci hafalan berupa kalimat pertama dan terakhir yang diberikan warna berbeda hingga potongan ayat yang mirip serta berbagai petunjuk lainnya. “Paling utama adalah, dalam menghafal bisa dilakukan tanpa harus ada waktu khusus, misalnya ketika kita berhenti menunggu sesuatu sembari duduk bisa menghafal,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement