Terperosok di Jembatan Rusak, Kakek dari Gamping Tewas

Lokasi tempat terperosoknya korban di sekitar Jembatan Gangin, Dusun Gangin, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Selasa (14/5/2019) sore. - Istimewa/Fandi
14 Mei 2019 15:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jembatan Gangin, Dusun Gangin, Desa Tamantirto, Kasihan, Bantul, Selasa (13/5/2019) dini hari. Seorang pengendara Vespa bernopol AB 7622 FB bernama Supriyanto, 60, warga Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, meninggal dunia setelah terperosok di sekitar jembatan yang putus tersebut.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu lintas (Kanitlakalantas) Satuan Lalu Lintas Polres Bantul, Ipda Maryono mengatakan kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Dia mengatakan Supriyanto mengendarai sepeda motor seorang diri melaju dari arah timur atau Tamantirto menuju barat atau Bangunjiwo.

Setibanya di jembatan, korban diduga tidak mengetahui bahwa Jembatan Gangin di Jalan Raya Bibis tersebut putus sejak akhir 2017 lalu. "Sekitar Jembatan Gangin, kondisinya memang gelap dan papan plang peringatan jembatan rusak sudah tidak lagi terpasang, sehingga pengendara Vespa masuk ke dalam sungai," kata Maryono kepada Harian Jogja, Selasa (13/5) siang.

Tidak lama setelah terperosok, warga dibantu petugas kepolisian dan tim medis dari Puskesmas Kasihan langsung membawa Supriyanto ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman. Namun lantaran luka korban yang cukup serius sehingga meninggal dunia. "Korban mengalami luka cedera kepala dan patah tulang leher," kata Maryono.

Sekedar diketahui Jembatan Gangin Putus saat Siklon Cempaka pada September 2017 lalu. Warga sekitar kemudian membuat jembatan darurat yang hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor di sisi utara jembatan putus.

Posisi jembatan darurat juga sering terkena banjir jika hujan deras dan meningkatnya debit air sungai. Selain itu penerangan juga kurang.

Kondisi jembatan

Kemudian pada September 2018 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY meminjamkan jembatan bailey atau jembatan sementara yang terbuat dari baja dan lempengan logam. Jangka peminjaman hanya dua tahun sambil menunggu proses pembangunan jembatan permanen. Jembatan permanen baru akan dibangun tahun ini dengan anggaran sekitar Rp2 miliar yang sampai sekarang masih dalam tahap lelang.

Sementara itu, Yudi Sugiarto, salah satu pekerja bengkel yang berada di barat Jembatan Gangin mengatakan di sekitar jembatan rusak tidak terlalu gelap karena ada penerangan. Namun memang dari arah timur jembatan tidak ada palang atau penghalang menuju jembatan rusak.

Sehingga bagi pengendara yang baru pertama melintas Jembatan Gangin tidak tahu bahwa jembatan itu putus. Sementara bagian barat masih ada palang. Menurut dia palang sering hilang karena diterobos para pengendara. "Karena yang lewat banyak banget jadi tiap dikasih palang di jembatan pasti ditabrak akhirnya hilang palangnya," kata Yudi.

Dia yang sering bolak balik dalam sehari melintas Jembatan Gangin berharap jembatan permanen segera dibangun demi keamanan dan kenyamanan pengendara. Selain itu Yudi juga meminta adanya penambahan penerangan jembatan.