Perpustakaan Balecatur Jadi yang Terbaik di DIY

Para pemenang Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan berfoto bersama seusai penyerahan hadiah di Grhatama Pustaka, Jumat (17/5/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
17 Mei 2019 22:47 WIB Kiki Luqman Hakim (ST 16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Perpustakaan Sumber Ilmu, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman menjadi yang terbaik dalam Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY.  Lomba itu diikuti oleh seluruh perpustakaan, baik perpustakaan desa maupun perpustakaan kelurahan di DIY.

Kepala DPAD DIY, Monika Nur Lastiyani, mengatakan dalam lomba tersebut, masing-masing kabupaten/kota di DIY diminta mengirimkan dua perpustakaan sebagai wakil. “Dalam lomba ini kami meminta pemerintah kabupaten/kota untuk mengirimkan dua wakilnya, namun ternyata Kota Jogja tidak terlibat sehingga hanya ada delapan peserta, nah kali ini yang juara pertama diraih oleh Perpustakaan dari desa Balecatur, Gamping,” katanya ketika ditemui Harian Jogja seusai pengumuman dan penyerahan hadiah Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan di Ruang Seminar Grhatama Pustaka, Jumat (17/5/2019).

Nantinya, kata dia, Perpustakaan Sumber Ilmu, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, yang menjadi pemenang dalam lomba tersebut akan mewakili DIY dalam lomba perpustakaan tingkat nasional.

Monika mengaku DPAD DIY bakal terus membimbing dan mendorong Perpustakaan Sumber Ilmu untuk terus mengembangkan kualitasnya. Tak hanya agar berprestasi di tingkat nasional, dia berharap kualitas Perpustakaan Sumber Ilmu bisa merepresentasikan pepustakaan desa yang ada di DIY.

“Kami akan terus bimbing pemenang ini [Perpustakaan Sumber Ilmu] agar bisa meraih prestasi di tingkat nasional. Kali terakhir, prestasi nasional kami dapatkan dua tahun lalu, kami optimistis bisa meraihnya lagi,” katanya.

Tak sekadar berburu prestasi, peningkatan kualitas perpustakaan di wilayah desa dan kelurahan adalah salah satu upaya DPAD DIY untuk terus menjaga iklim literasi di DIY. Selain itu, minat baca masyarakat yang masih terbilang rendah, secara perlahan bisa ditingkatkan.

“Setidaknya bagaimana nanti perpustakaan [desa dan kelurahan] bisa berperan penting dalam meningkatkan minat baca masyarakat,” ucap dia.