Akhir Mei, Bantuan Air Bersih Mulai Didistribusikan

Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings
17 Mei 2019 21:02 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul berencana menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat mulai akhir Mei. Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, seusai memimpin rapat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, Jumat (17/5/2019).

Menurut dia rapat koordinasi dilaksanakan untuk memetakan daerah rawan kekeringan tahun ini. Secara umum pemetaan masih dalam pendataan, namun dari sisi laporan sudah ada beberapa kecamatan yang mulai dilanda kekeringan seperti Girisubo, Rongkop, Tepus, Panggang dan Purwosari. “Untuk saat ini sudah ada desa di wilayah Panggang dan Purwosari yang mengajukan bantuan air bersih ke Kecamatan,” kata Edy kepada wartawan, Jumat.

Dia menjelaskan hasil koordinasi dengan pemerintah kecamatan disepakati bantuan air bersih disalurkan mulai akhir Mei. Untuk tahap awal, Kecamatan Rongkop menjadi wilayah yang diberikan bantuan. “Untuk bulan berikutnya ke Girisubo, Paliyan, Panggang Tepus, dan Ponjong. Sedangkan pada Juli bantuan diarahkan ke Gedangsari dan Patuk,” katanya.

Edy menjelaskan untuk bantuan air bersih BPBD menyiapkan 2.000 tangki. Rencananya bantuan disalurkan menggunakan tujuh unit truk tangki yang dimilik. Jika satu tangki berkapasitas 5.000 liter maka diperkirakan ada 10 juta liter air bersih akan disalurkan tahun ini. Untuk penyaluran bantuan nantinya sesuai dengan permintaan yang diajukan masing-masing desa. “Kami memperkirakan ancaman kekeringan berlangsung selama lima bulan. Mudah-mudahan saat penyaluran air dimulai, anggaran yang disediakan dapat mencukupi kebutuhan di masyarakat,” katanya.

Sekretaris Kecamatan Girisubo, Arif Yahya, mengatakan wilayahnya masuk daerah rawan kekeringan pada saat musim kemarau. Setiap tahunnya kekeringan melanda delapan desa, terdiri dari Desa Balong, Jepitu, Karangawen, Jerukwudel, Tileng, Songanyu, Pucung dan Desa Nglindur. “Untuk tahun ini sudah ada yang meminta bantuan air bersih seperti di Desa Pucung. Tahun ini kami menyediakan 600 tangki air bersih untuk disalurkan ke masyarakat,” katanya.

Menurut dia Kecamatan Girisubo tidak memiliki banyak sumber air sehingga saat kemarau rawan kekeringan. Ia mencatat hingga saat ini ada tiga sumber mata air yakni sumber Songbanyu, Pulejajar, dan Puring. “Sumber paling besar ada di Songbanyu dan Pulejajar. Sedangkan untuk Puring debitnya relatif kecil. Di sumber-sumber inilah sejumlah truk tangki swasta mengambil untuk dijual ke masyarakat,” katanya.