Waspadalah! Leptospirosis Renggut 1 Nyawa di Gunungkidul

Ilustrasi leptospirosis, - JIBI
19 Mei 2019 14:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang warga di Kecamatan Gedangsari meninggal dunia akibat leptospirosis belum lama ini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, lima wilayah kecamatan di Bumi Handayani masing-masing Gedangsari, Ngawen, Patuk, Nglipar, dan Semin merupakan kawasan rawan penyebaran leptosiprosis.

Sekretaris Dinas (Sekdin) Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, mengatakan leptospirosis merupakan penyakit yang dipicu oleh bakteri leptospira interrogans yang disebarkan melalui urine atau darah hewan pengerat yang terinfeksi bakteri ini seperti tikus. Menurutnya, beberapa kasus korban meninggal di Gunungkidul terjadi karena penanganan korban yang terlambat. "Selain itu minimnya peralatan di fasilitas kesehatan pertama menjadi kendala penanganan pasien secara cepat," kata dia kepada Harian Jogja, Minggu (19/5/2019).

Untuk mengantisipasi bertambahnya korban, Priyanta menganjurkan agar pasien yang terkena leptospirosis segera diobservasi dan secepatnya dirujuk ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas cuci darah. "Tindakan cuci darah perlu segera dilakukan karena penyakit ini menyerang ginjal," katanya.

Dia menjelaskan bakteri leptospirosis tidak hanya menular melalui kencing tikus, tetapi bisa ditularkan sapi maupun kucing yang positif terjangkit penyakit tersebut. Adapun orang yang rentan terkena penyakit tersebut ialah petani yang pergi ke ladang sebelum matahari terbit.

"Untuk menghindari agar tidak terkena leptospirosis sebaiknya pergi ke ladang setelah Matahari terbit sebab bakteri yang ada dalam kencing tikus akan mati kalau kena sinar Matahari," katanya.