Sultan Kirim Utusan ke Bantul, Cek Kasus Penolakan Dukuh Perempuan

Spanduk penolakan kadus Yuli yang seorang perempuan di Bantul, Yogyakarta. - Suara.com/Rahmat Ali
20 Mei 2019 19:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Gubernur sekaligus Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X menyatakan telah mengirim orang ke Dusun Pandeyan, Bangunharjo, Sewon, Bantul terkait penolakan dukuh perempuan.

Kabar tentang penolakan Dukuh Pandeyan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yuli Lestari hanya karena perempuan juga diketahui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Menurut Sultan, warga yang menolak hanya segelintir orang.

Menurut Sultan, aksi penolakan pada dukuh terpilih itu hanya dilakukan segelintir oknum, bukan warga pada umumnya. "Ya (penolakan) itu kan oknum saja, sama dengan kejadian yang di (kecamatan) Banguntapan maupun Kotagede (sebelumnya), motif-motif sama lah," ujar Sultan, Senin (20/5/2019).

Menurut Sultan, republik ini menjamin setiap warga negara berhak menjadi pemimpin termasuk kalangan perempuan. "Siapapun punya hak memimpin. Republik ini kan tidak membedakan orang. Perempuan maupun laki-laki. Apapun suku, agama kan nggak ada perbedaan, diperlakukan sama oleh negara," ujar Sultan.

Sultan mengaku sudah mengirim orang pada Minggu (19/5/2019) malam ke lokasi kejadian. Selain untuk mencari informasi kasus sebenarnya, juga untuk menyelesaikan persoalannya. "Tak seharusnya pelantikan Yuli sebagai dukuh terpilih dipersoalkan warga karena kelaminnya perempuan," tegas Sultan.