Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Ibadah haji. /REUTERS-Ammar Awad
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kuota jemaah calon haji asal Gunungkidul bertambah dari 209 orang menjadi 244 jemaah. Tambahan ini dialokasikan untuk calon haji lanjut usia dan pendamping.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Gunungkidul, Muhammad Yusuf, mengatakan tambahan kuota sebanyak 10.000 berdampak terhadap kuota jemaah di Gunungkidul. Sebelum adanya penambahan, kuota hanya untuk 209 jemaah, tetapi setelah ada tambahan jumlahnya bertambah menjadi 244 calon haji. “Kuota tambahan sudah diberikan, termasuk calon jemaah yang akan diberangkatkan,” kata Yusuf kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).
Dia menjelaskan, sesuai dengan jatah alokasi dari Kemenag, kuota tambahan difokuskan untuk calon jemaah yang telah lanjut usia serta jemaah pendamping calon haji yang telah lanjut usia. “Calon haji yang telah tua diprioritaskan, tapi saat ibadah berlangsung harus ada yang mendampingi sehingga kuota tambahan juga diberikan kepada jemaah pendamping,” katanya.
Yusuf mengungkapkan, dengan adanya tambahan ini maka keberangkatan jemaah akan terbagi dalam dua kloter. Untuk calon jemaah yang berasal dari kuota normal akan berangkat terlebih dahulu, dan untuk kuota tambahan masuk kloter akhir.
Menurut dia, keberangkatan rencananya dilakukan pada pertengahan Juli 2019. Untuk persiapan, Kemenag Gunungkidul mulai bersiap mulai manasik di tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan. Selain itu, calon jemaah rencananya juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses karantina sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. “Persiapan terus kami lakukan dan mudah-mudahan semua berjalan lancar,” katanya.
Kepala Kemenang Gunungkidul, Aidi Johansyah, menyatakan jajarannya terus mempersiapkan penyelenggaraan haji. Meski pemberangkatan masih lama, persiapan terus dilakukan agar pelaksanaan berjalan dengan baik.
Aidi berharap kepada calon jemaah mulai mempersiapkan karena kondisi di Arab Saudi berbeda dengan di Gunungkidul. Untuk itu, kondisi kesehatan dan fisik harus dijaga agar dapat menjalankan ibadah dari awal hingga akhir. “Kesehatan harus benar-benar dijaga karena ini penting pada saat ibadah berlangsung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.