Awasi SPBU, Petugas Temukan Selisih Takaran BBM di Bantul

Ilustrasi. - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
26 Mei 2019 03:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi, Dinas Perdagangan Bantul ikut mengawasi takaran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya di jalur mudik dan jalur wisata, jelang arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Petugas penera UPT Metrologi Bantul, Basari Alwi mengatakan dalam pekan ini lembaganya sudah melakukan mengecekan sebanyak lima SPBU di Jalan Jogja-Wates, SPBU Jalan Jogja-Wonosari, dan SPBU di Jalan Parangtritis. Petugas mengukur takaran tiap nozzle di SPBU hingga tiga kali pengukuran untuk mendapatkan hasil maksimal.

Hasil pengujian yang dilakukan petugas menemukan ada selisih takaran BBM yang dikeluarkan di beberapa nozzle di SPBU. “Selisih takaran tiap nozzle berkisar antara 0,1-0,2 mililiter. Masih dalam batas normal, karena angka toleransinya sampai 0,5 mililiter,” kata Alwi, saat dihubungi, Sabtu (25/5/2019).

Alwi mengatakan pengawasan SPBU di jalur mudik dan jalur wisata ini merupakan perintah langsung dari Direktorat Metrologi, Kementerian Perdagangan. Menurut dia, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala.

Tidak hanya pengawasan khusus menjelang lebaran, namun pihaknya melayani tera ulang semua alat ukur BBM. Pengelola SPBU wajib menera alat ukur BBM minimal sekali dalam setahun.

Kepala UPT Metrologi, Henry Hartanti menambahkan tujuan pengukuran alat takar BBM untuk memberi perlindungan terhadap konsumen terkait ketepatan ukuran. Pihaknya juga akan menera ulang alat ukur BBM setahun sekali karena alat ukur yang digunakan setiap hari ada kemungkinan berubah sehingga ketepatan dan kepastian ukuran harus dilakukan melalui aktifitas tera ulang.