Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Bayi lobster./HarianJogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta melepaskan 77.000 benih lobster senilai Rp11,5 miliar di Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Sabtu (25/5/2019). Benih yang dilepas merupakan hasil sitaan barang selundupan yang akan dikirim ke Vietnam.
Kepala BKPIM Yogyakarta, Hafit Rahan, mengatakan puluhan ribu bibit lobster yang dilepas di Pantai Baron berjenis mutiara dan pasir. “Benih ini hasil sitaan Polda Riau beberapa waktu lalu. Rencananya benih itu akan diselundupkan ke Vietnam karena di sana banyak peminatnya,” kata Hafit kepada wartawan, Sabtu.
Menurut dia, pencegahan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.56/2016 tentang Pembatasan Penangkapan Kepiting, Rajungan dan Lobster. Di dalam aturan ini dilarang menangkap ketiga hewan ini apabila beratnya kurang dari 200 gram.
“Hasil koordinasi dengan BKIPM Riau diputuskan benih-benih ini dilepasliarkan di pantai wilayah DIY, tepatnya di Pantai Baron. Selain itu, pelepasliaran juga telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” katanya. Hafit berharap, lobster-lobster ini dapat berkembang sehingga keberadaannya tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.