Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Ilustrasi./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hasil laboratorium dari sejumlah uji sampel di beberapa titik menyatakan baru satu lokasi yang positif antraks. Namun demikian, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul terus berupaya agar penyebaran tidak meluas. Selain terus memberikan vaksin terhadap hewan ternak milik warga, dilakukan penyemprotan ulang cairan formalin 10% di sekitar lokasi terpapar.
Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan temuan kasus antraks sudah diprediksi sejak lama. Hal ini tidak lepas dari letak kondisi geografis Gunungkidul yang dikepung oleh wilayah endemik antraks mulai dari DIY, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Oleh karena itu, kata Bambang, penyebaran antraks di Gunungkidul seperti bom waktu karena dapat muncul kapan saja. “Lambat laun pasti terjangkit dan prediksi dari Balai Besar Veteriner terbukti, kasus antraks ditemukan di Gunungkidul,” kata Bambang kepada wartawan, Rabu (29/5/2019).
Menurut dia, adanya kasus antraks di Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, jangan membuat masyarakat panik. Pasalnya, Pemkab berkomitmen agar penyebaran tidak semakin meluas atau penyakit menular ke manusia.
Upaya agar penyebaran tidak meluas sudah dilakukan dengan menyemprot cairan formalin 10% di sekitar lokasi terpapar. Hingga saat ini sudah ratusan ternak milik warga di Desa Bejiharjo diberikan vaksin antibiotik untuk meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh hewan sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Menurut Bambang, pencegahan ini tidak serta merta langsung berhenti. Pasalnya, pemberian vaksin maupun penyemprotan formalin dilakukan secara berulang. “Bakteri ini [spora antraks] bisa tahan di tanah selama 80 tahun. Jadi, agar tidak berkembang harus dimatikan dengan penyemprotan formalin secara berulang. Sepekan lalu penyemprotan dan vaksin sudah kami lakukan, rencananya segera kami ulang lagi,” kata Bambang.
Untuk mencegah penularan, DPP membentuk tim pengawas yang diterjunkan ke pasar-pasar hewan serta lokasi penyembelihan hewan di Gunungkidul. “Pengawasan dilakukan agar paparan penyakit tidak meluas. Selain itu, kami juga mengirim puluhan petugas untuk menjalani pelatihan di BB Veteriner Wates agar pemberian vaksin ke hewan secara benar serta tidak memberikan efek samping yang kurang baik terhadap kesehatan hewan yang disuntik,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, berharap agar kasus antraks bisa ditangani dengan benar sehingga penyebarannya tidak semakin luas. Hal ini dibutuhkan agar ada kepastian hewan ternak asal Gunungkidul sehat dan aman dikonsumsi. “Sebentar lagi Lebaran dan Hari Raya Kurban, jangan sampai masalah ini merugikan masyarakat sehingga harus ditangani dengan benar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Kuasa hukum korban dugaan pemerkosaan eks santriwati di Sleman meminta perlindungan korban dan menyoroti tanggung jawab lembaga pendidikan.
Rosé BLACKPINK mengklarifikasi foto viral saat memegang iPhone 18 Pro. Ia mengungkap bagian foto yang diedit, termasuk posisi jari dan sidik jari di layar.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP2 MotoGP Austria 2026 dengan waktu 1 menit 29,663 detik. Jorge Martin dan Pedro Acosta melengkapi tiga besar.
Jule dikabarkan ditangkap terkait vape etomidate. Unggahan terakhirnya menjadi sorotan, sementara sejumlah isu kehidupan pribadinya kembali dibicarakan.
Honda mempercepat produksi mobil hybrid generasi baru mulai 2027. Sebanyak 15 model ditargetkan meluncur secara global hingga akhir tahun fiskal 2030.