Lalu Lintas Benih Ikan di DIY Meningkat Tajam, Ini Jenis Permintaannya..

Petugas Stasiun KIPM Yogyakarta melakukan pemeriksaan benih ikan. - Ist/BKIPM.
31 Mei 2019 19:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Lalu Lintas benih ikan yang keluar dari wilayah DIY melewati Bandara Adisutjipto Jogja meningkat tajam selama setahun terakhir. Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) DIY memastikan benih ikan tersebut telah melalui proses pemeriksaan ketat.

Berdasarkan data dari Kantor Stasiun KIPM Yogyakarta tercatat periode 2017 hingga 2018 lalu lintas komoditas perikanan berupa ikan hidup dari DIY ke wilayah lain di luar DIY mengalami peningkatan signifikan. Dari 88.807.001 ekor menjadi  110.621.421 ekor  atau sebesar 24,56%.  Lalu lintas komoditas perikanan ikan hidup tersebut didominasi oleh komoditas berupa benih ikan. Meningkatnya kegiatan perikanan budidaya perikanan secara nasional di berbagai daerah di Indonesia membawa dampak positif tersendiri bagi kegiatan pembenihan ikan di wilayah DIY. 

Kepala Stasiun KIPM Yogyakarta, Hafit Rahman mengungkapkan pihaknya melakukan tindakan karantina dari kegiatan pengiriman komoditas perikanan domestik antar area dari DIY ke wilayah provinsi lain telah sesuai prosedur. Berdasarkan catatannya, benih ikan didominasi oleh ikan bawal air tawar, benih nila merah khususnya jenis nila larasati, benih patin, benih lele dumbo sangkuriang, dan benih ikan gurami.  “Selain jenis benih dominan tersebut juga masih terdapat jenis benih ikan lainnya yang dikirimkan,” terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Jumat (31/5/2019).

Ia menambahkan, benih bawal air tawar menduduki peringkat tertinggi jumlah pengiriman komoditas benih ikan dari Yogyakarta.  Pada Tahun 2018 tercatat jumlah komoditas benih bawal air tawar sebanyak 33.866.920 ekor dengan nilai komoditas sekitar Rp1,29 miliar. Jumlah ini terbanyak dibandingkan dengan jumlah benih ikan dominan lainnya yang dikirim yaitu benih nila merah sebanyak 21.440.240 ekor, benih patin 10.735.710 ekor, benih lele dumbo 7.556.800 ekor dan benih gurami 5.883.234 ekor. 

Pada 2019 ini, hingga bulan April jumlah benih bawal air tawar ini masih tetap menduduki peringkat tertinggi pengiriman domestik ke luar DIY dibandingkan jenis benih ikan lainnya, dengan jumlah pengiriman sebanyak 10.146.300 ekor,” katanya.

Adapun daerah tujuan dominan pemasaran benih ikan ini antara lain ke daerah Pontianak, Lampung, Medan, Pekanbaru dan Banjarmasin. Pengiriman ikan dari DIY juga sudah merambah ke daerah lain di Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua.

Kasubsi Pengawasan Pengendalian dan Informasi Stasiun KIPM Yogyakarta Haryanto menambahkan, untuk menjamin agar benih ikan yang dikirimkan ke daerah lain di Indonesia bebas dari penyakit, pihaknya melakukan tindakan karantina ikan, melaksanakan sertifikasi terhadap komoditas benih ikan yang dikirimkan ke luar DIY tersebut. Setiap komoditas perikanan yang akan dikirim baik ke luar maupun masuk ke DIY wajib dilaporkan ke petugas karantina ikan di pintu pemasukan dan pengeluaran baik bandara, pelabuhan maupun kantor pos.

“Pemilik komoditas perikanan juga dapat langsung ke kantor kami untuk mendapatkan pelayanan sertifikasi kesehatan ikan.  Dengan layanan sertifikasi diharapkan setiap ikan yang dikirimkan dari DIY maupun masuk ke DIY terbebas dari hama dan penyakit ikan, sehingga selain memenuhi kualitas untuk dibudidayakan, sertifikasi juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen atau pembeli di area tujuan,” katanya.