Libur Lebaran, Kawasan Wisata Merapi Aman Dikunjungi

Pengunjung memasuki Kawasan Wisata Kaliadem pada (12/5/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
02 Juni 2019 05:37 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja memastikan objek wisata yang ada di sekitar Gunung Merapi aman untuk dikunjungi wisatawan saat libur Lebaran. Kunjungan wisatawan diprediksi meningkat saat libur Lebaran.

“Status merapi adalah waspada sejak tahun lalu, berdasarkan pemodelan awan panas dari potensi runtuhnya volume kubah lava saat ini yang sebesar 458.000 meter kubik, jarak luncur awan panas terjauh diperkirakan tidak akan melebihi tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi ke arah Kali Gendol,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida saat mengunjungi komunitas jip Merapi di Kaliadem, Cangkringan, Sleman, Sabtu (1/6/2019).

Artinya kata dia, semua kawasan objek wisata di sekitar Gunung Merapi aman untuk dikunjungi wisatawan, sebab tidak ada objek wisata dengan jarak kurang dari tiga kilometer.

“Objek-objek wisata di sekitar Gunung Merapi seperti Kawasan Kaliurang, Kaliadem, Klangon, Deles dan kawasan lain yang berada di luar radius tiga kilometer dari puncak aman untuk dikunjungi, jadi mari nikmati indahnya Merapi. Untuk wisatawan silakan datang berkunjung ke objek wisata Merapi, namun untuk aktivitas pendakian tetap dilarang,” tegas dia.

Kendati demikian, Ia tetap mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah mempersiapkan prosedur penanganan kondisi darurat terhadap aktivitas masyarakat di jalur Kali Gendol dan sekitarnya.Kondisi darurat tersebut misalnya gangguan akibat abu vulkanis Gunung Merapi.

Selama Lebaran kata Hanik, BPPTKG tetap memberikan informasi terkait dengan kondisi terkini Gunung Merapi selama 24 jam.

“Kami tidak ada libur karena di kantor, juga ada yang piket. Di pos juga ada. Jadi informasi tetap bisa diakses 24 jam,” kata Hanik.

Ketua Operator Komunitas Jip 86 Merapi, Triyanto, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mengenai masalah jalur wisata, kesiapan operasional jip maupun informasi tentang kondisi Merapi.

“Dinas Perhubungan belum lama ini memeriksa armada jip terkait dengan keamanan berkendara,” kata dia. Selain itu, komunitas mengklaim telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) apabila terjadi kondisi darurat terkait bencana alam akibat aktivitas Gunung Merapi yang saat ini masih aktif.