Anak Muda Diajak Memahami Nilai Sejarah di Vredeburg Melalui Foto Cerita

Peserta Merak Merah berkeliling di sejumlah diorama Benteng Vredeburg. - Ist/UAJY.
03 Juni 2019 08:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah kompetisi foto cerita bertajuk Merekam Estetika Sejarah (Merak Merah) digelar di Museum Benteng Vredeburg oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) pada Minggu (19/5/2019). Kegiatan itu untuk memberikan pemahaman kepada anak muda milenial terkait nilai sejarah yang tersimpan di Vredeburg.

Ketua Pelaksana Kegiatan Merak Merah Prodi Ilmu Komunikasi UAJY Dicky Mahardika Putra menjelaskan, kegiatan itu dihelat berawal dari survei yang ia lakukan bersama timnya di Benteng Vredeburg. Hasil survei menunjukkan bahwa bagi masyarakat terutama anak usia milenial memandang museum hanya sebagai tempat rekreasi. Akibatnya setiap kunjungan dari kalangan muda kurang mendapatkan pemahaman esensi atau nilai sejarah yang terkandung di Vredeburg.

“Yang dimaksud esensi di sini museum sebagai tempat edukasi sejarah jadi tidak hanya sekedar untuk rekreasi saja. Kami berusaha untuk menggabungkan itu melalui event ini agar esensi itu bisa didapatkan anak muda,” terangnya dia dalam rilisnya Minggu (2/5/2019).

Ia mengatakan, kegiatan itu dikemas dalam bentuk kompetisi foto cerita. Selain itu dalam rangkaiannya peserta diajak berdiskusi dan berkeliling museum bersama pihak Benteng Vredeburg untuk mendapatkan penjelasan secara detail berbagai nilai sejarah. Adapun jumlah peserta sebanyak 20 orang berusia antara 16 hingga 23 tahun.

“Dalam sesi sharing ini ada edukator dari pihak museum yang menjelaskan misalnya diorama A ini sejarahnya seperti apa, menceritakan tentang apa, sehingga peserta bisa langsung memahami,” katanya.

Melalui penjelasan dari pihak museum, kata dia, sehingga peserta bisa memberikan catatan foto yang tepat sesuai dengan karya yang diambil. “Setiap peserta mengumpulkan antara lima sampai sepuluh foto. Tujuan kami untuk mendekatkan anak muda dengan museum, agar museum dipahami tidak sekedar sebagai tempat foto-foto saja tetapi juga ada esensi yang harus dipahami ketika dikunjungi,” ucapnya.