Agar Tak Menerabas Cagar Budaya, Rencana Pembangunan Tol Jogja-Solo Libatkan BPCB

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Nicolous Irawan
12 Juni 2019 04:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kasubag TU Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja Indung Panca Putra mengatakan lembaganya dilibatkan dalam proses pembahasan jalan tol Jogja-Solo.

BPCB, katanya, lebih pada memberikan data terkait zonasi-zonasi keberadaan situs-situs bersejarah. Baik di wilayah Prambanan maupun Kalasan. "Jadi kami lebih pada memberikan informasi keberadaan situs-situs agar tol tidak melewati situs," katanya saat ditemui di Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Selasa (11/6/2019).

Dari pertemuan terakhir yang dilakukan pada Ramadan lalu, katanya, ada tiga opsi yang dibahas dengan Kementerian PU. Ketiga opsi tersebut sampai saat ini masih belum disepakati. "(Exit tol) Ada yang melalui Berbah, ada yang melalui Maguwoharjo lurus ke rumah sakit paru-paru (Kalasan) ke arah Cangkringan. Kemudian ada yang melalui Berbah, outer Ringroad sampai ke jalan alternatif jalan Magelang-Klaten," katanya.

Ketiga opsi tersebut, kata Indung, masih belum disepakati oleh Kementerian PU dan Pemda DIY. Hanya saja, informasi awal jalan tol tersebut melewati Purwomartani dan sejumlah titik di Kecamatan Kalasan. Paling tidak, BPCB mengupayakan jalan tol tidak melewati situs-situs agar tidak merusak cagar budaya.

"Sultan maunya elevated agar tidak merusak situs, dan Ringroad masih bisa dimanfaatkan. Rencananya ada tiang-tiang pancang di jalur yang ada lembah-lembahnya. Tapi teknis detailnya saya belum tahu," katanya.